Wagub Kaltim: Komunitas Asean Peluang Sekaligus Tantangan

Wakil Gubernur Kalimantan Timur M Mukmin Faisyal HP berpendapat era Komunitas ASEAN 2015 merupakan peluang sekaligus tantangan bagi masyarakat Provinsi Kaltim. <p style="text-align: justify;"><br />"Karena itu Kaltim harus lebih bersiap diri," katanya pada peresmian Universitas Nahdlatul Ulama di Samarinda, Rabu.<br /><br />Ia mengatakan dalam Komunitas ASEAN 2015 terdapat tiga pilar penting, yaitu Komunitas Keamanan ASEAN Komunitas Ekonomi ASEAN, dan Komunitas Sosial-Budaya ASEAN.<br /><br />Ketiga pilar tersebut menjadi paradigma baru yang akan menggerakkan kerja sama ASEAN ke arah sebuah komunitas dan identitas baru yang lebih mengikat.<br /><br />Untuk itu, katanya, Kaltim yang memiliki wilayah berbatasan langsung dengan beberapa anggota ASEAN harus bersiap diri untuk menghadapi era tersebut. .<br /><br />Komunitas ASEAN 2015, katanya, akan membuka ruang gerak berbagai aktivitas ekonomi, perdagangan dan kehidupan masyarakat di negara-negara lingkup ASEAN, termasuk di sektor pendidikan, khususnya pendidikan tinggi.<br /><br />Dia mengatakan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di Kaltim memiliki peran penting dalam upaya mencetak lulusan yang memiliki daya saing tinggi dan siap berkompetisi dalam lingkungan global "Pada era itu, kalangan perguruan tinggi akan dituntut untuk membuktikan diri sebagai agen perubahan kehidupan masyarakat, bangsa dan negara," katanya.<br /><br />Pemprov Kaltim terus berupaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia baik dalam birokrasi, maupun dunia usaha ataupun profesional.<br /><br />Melalui perguruan tinggi Pemprov berharap dapat menjawab semua tantangan menjelang berlakunya era Komunitas ASEAN 2015.<br /><br />ia berharap lulusan perguruan tinggi di Kaltim tidak hanya mereka yang siap bekerja baik di pemerintahan ataupun swasta, melainkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan, melalui kewirausahaan ataupun usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).<br /><br />"Tujuan utama pembangunan kita adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kaltim, dengan meminimalisir angka kemiskinan dan pengangguran di seluruh wilayah provinsi ini," katanya.<br /><br />Menurut dia untuk mewujudkannya perlu dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk perguruan tinggi dengan para lulusan yang berkualitas dan berdaya saing. (das/ant)</p>