Wagub Kaltim Tanam Perdana Pepaya Mini

oleh

Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim H Farid Wadjdy, Kamis, melakukan penanaman perdana jenis pepaya mini di lahan milik kelompok tani dengan total lahan kebun seluas 40 hektare. <p style="text-align: justify;">Penanaman secara simbolis yang dilakukan Wagub Farid Wadjdy didampingi oleh Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang beserta pejabat terkait itu dilakukan di Desa Muang, Kelurahan Lampake, Samarinda, Kamis.<br /><br />Menurut Wagub, pepaya Mini di Samarinda baru kali ini mulai dikembangkan, sedangkan di Balikpapan sudah lama dikembangkan dan para petaninya dapat sejahtera karena jenis pepaya ini memiliki nilai ekonomis cukup tinggi, di samping peminatnya juga banyak.<br /><br />Wagub juga mengaku telah memerintahkan kepada Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kaltim untuk melakukan kajian, yakni terhadap kawasan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan pepaya Mini.<br /><br />Ketika ditanya ANTARA mengenai akses jalan menuju kawasan itu yang masih rusak, Wagub berjanji akan menganggarkan di tahun mendatang agar ada perbaikan jalan menuju Desa Muang.<br /><br />Hal ini dilakukan karena akses jalan yang baik menuju kawasan pertanian akan dapat memengaruhi kelancaran angkutan hasil pertanian, sehingga harga jual produk pertanian dapat lebih tinggi karena banyak warga yang ingin membelinya di lokasi.<br /><br />Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) H Ibrahim, mengaku akan terus melakukan penelitian terhadap tanah yang cocok untuk dikembangkan pepaya mini, selain juga lokasi untuk pengembangan tanaman pangan jenis lain.<br /><br />Saat ini, katanya, beberapa daerah sudah menjadi sentra pengembangan berbagai jenis tanaman pangan, seperti pepaya Mini yang sudah lama dikembangkan di Balikpapan, durian Montong di Kabupaten Penajam Paser Utara, pisang Kepok di Kutai Timur, Jahe Merah di Samarinda, dan sejumlah daerah lain yang telah menjadi sentra tanaman pangan.<br /><br />Terkait dengan pengembangan pepaya Mini, katanya, jenis ini sangat diminati pembeli karena rasanya yang lebih manis dan ukurannya lebih kecil, yakni hanya dengan berat sekitar 200 hingga 500 gram, sehingga cocok untuk satu porsi.<br /><br />Ukuran mini inilah yang kemudian menjadi salah satu daya tarik tersendiri ketimbang pepaya lain yang beratnya berkisar 3 hingga 5 kilogram (kg) per buah.<br /><br />Pepaya ini juga lebih menguntungkan secara ekonomis bagi petani, yakni harganya mencapai Rp5.500 per kg, sedangkan jenis pepaya biasa atau yang lebih besar hanya seharga Rp3.000 per kg. <strong>(das/ant)</strong></p>