Wakapolda Nyatakan Kalsel Kondusif

oleh

Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan Kombes Pol Fatkhur Rahman menyatakan, provinsinya yang terdiri atas 13 kabupaten/kota tersebut dalam keadaan kondusif. <p style="text-align: justify;">Pernyataan orang nomor dua di jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan (Kalsel) itu pada malam anugrah Pena Emas dari Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) kepada H Rudy Ariffin, di Banjarmsin, Rabu malam.<br /><br />Menurut mantan SOPS Mabes Polri tersebut, Kalsel yang kini berpenduduk mencapai empat juta jiwa tergolong yang paling kondusif dibandingkan dengan beberapa provinsi lain di Indonesia.<br /><br />Terwujudnya suasana kondusif itu, lanjut perwira menengah polisi (Pamen Pol) yang belum setahun bertugas di Kalsel, hal tersebut tidak terlepas dari kepemimpinan kepala daerah atau gubernur setempat.<br /><br />Pamen Pol yang melakukan serah terima jabatan (sertijab) Wakapolda Kalsel 9 Maret lalu itu berpendapat, kepemimpinan Gubernur Rudy Ariffin bukan sekedar pantut mendapat apresiasi, tapi juga bisa teladan bagi kepemimpinan mendatang di daerah ini.<br /><br />Sebagai contoh dalam menciptakan komunikasi positif yang intensif dengan semua komponen masyarakat, termasuk kalangan wartawan atau media massa.<br /><br />"Karena jalinan komunikasi yang selalu intens dan positif tersebut, sehingga selama dua perioide kepemimpinan Gubernur Kalsel kondisi daerah ini tetap aman dan damai, sehingga terwujud suasana kondusif," lanjutnya.<br /><br />���� "Oleh sebab itu pula, kalau Gubernur Rudy Ariffin mendapatkan anugrah Pena Emas dari PWI. Keadaan yang sudah kondusif selama ini harus tetap kita jaga bersama," demikian Fathur Rahman.<br /><br />Sebelumnya, dalam orasi di hadapan sidang pleno Pengurus Pusat PWI di Mahligai Pancasila Banjarmasin tersebut, Rudy Ariffin menyatakan dirinya kurang patut mendapatkan penghargaan berupa anugrah Pena Emas.<br /><br />Karena, menurut Gubernur Kalsel dua periode (2005-2010 dan 2010-2015), apa yang dia lakukan selama ini memang sudah menjadi tugas dan kewajiban.<br /><br />Sidang pleno Pengurus Pusat PWI dalam rangka pemberian anugrah Pena Emas tersebut dipimpin ketua umum organisasi kewartwanan tertua dan terbesar di republik ini H Margiono.<br /><br />Pemberian anugrah Pena Emas PWI itu juga kepada tokoh Banua Kalsel H Abdussamad Sulaiman bin Haji Basirun (alm) yang diterima putranya H Zainal Hadi.<br /><br />Selain itu, pemberian penghargaan berupa Anggota Kehormatan PWI kepada H Anang Syahfiani, kini Bupati Tabalong, Kalsel dan sebelum pernah sebagai kabag Humas Pemkab Barito Kuala (Batola), Kalsel. (das/ant)</p>