Wakil Ketua DPRD: Anggarkan Buku Pelajaran Gratis

oleh

Wakil Ketua DPRD Kaltim, Hadi Mulyadi, meminta pemerintah provinsi, khususnya dinas pendidikan, untuk menganggarkan buku pelajaran gratis bagi siswa TK, SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA/SMK di seluruh wilayah Kalimantan Timur. <p style="text-align: justify;">"Dengan jumlah APBD Rp10,2 triliun pada 2012, menurut saya wajib bagi pemerintah provinsi membantu masyarakat dengan menyediakan buku gratis untuk siswa mulai taman kanak-kanak hingga SMA dan sederajat," kata Hadi Mulyadi, di Samarinda, Selasa.<br /><br />Ia mengatakan, selama ini pemerintah memprogramkan pendidikan gratis dengan tidak memungut iuran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP). Namun kenyataannya, orangtua murid masih dibebani dengan biaya membeli buku yang sangat mahal.<br /><br />"Karena itu, namanya pendidikan gratis, buku-buku pun harus disediakan oleh pemerintah," tegas politis dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.<br /><br />Selain meminta dialokasikan anggaran untuk buku gratis, Hadi Mulyadi juga mendesak adanya pengadaan alat peraga pendidikan yang merata. Juga penyediaan laboratorium dan workshop pendidikan untuk SMK sederajat yang memadai.<br /><br />Dia juga meminta Pemprov Kaltim mengalokasikan anggaran pendidikan 20 persen secara nyata sesuai formulasi yang dimaksud dalam Undang-undang No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional.<br /><br />Anggaran pendidikan tersebut diharapkan sebesar-besarnya diarahkan untuk peningkatan kualitas manajemen pengelolaan dan infrastruktur sekolah serta peningkatan kualitas guru dan peserta didik.<br /><br />"Juga untuk memperbaiki sekolah-sekolah yang rusak," kata politisi yang gemar menulis puisi ini.<br /><br />Hadi Mulyadi memperoleh data, sebanyak 1.537 ruang kelas Sekolah Dasar (SD) yang tersebar di kabupaten/kota di Kaltim mengalami rusak berat, sedangkan yang rusak ringan mencapai 3.090 unit kelas.<br /><br />Total jumlah SD/MI di Kaltim di luar Bontang dan Malinau sebanyak 2.128 sekolah, sedangkan jumlah ruang kelasnya mencapai 14.716 unit.<br /><br />Sedangkan SMP, lanjutnya, sebanyak 304 ruang kelas sekolah menengah pertama negeri maupun swasta di kabupaten/kota di Kaltim rusak berat, sedangkan yang rusak ringan mencapai 572 unit kelas. Total jumlah SMP dan sederajat di Kaltim sebanyak 120 sekolah, sedangkan jumlah ruang kelasnya mencapai 1.658 unit. Untuk ruang kelas dalam kondisi baik mencapai 613 ruang kelas.<br /><br />"Anggaran perbaikan sekolah-sekolah yang rusak ini saya minta mendapat prioritas pada APBD 2012," kata Hadi Mulyadi. <strong>(das/ant)</strong></p>