Wakil Menhub : Solo Wujudkan Transportasi Humanius

oleh

Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono mengatakan, Solo salah satu kota terdepan di Indonesia, karena sudah mewujudkan transportasi humanius. <p style="text-align: justify;">Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono mengatakan, Solo salah satu kota terdepan di Indonesia, karena sudah mewujudkan transportasi humanius.<br /><br />"Kota Solo sudah mewujudkan transportasi humanius, yakni karena transportasinya sudah memikirkan bagaimana pergerakan dari warganya," kata Wakil Menhub, di sela acara peringatan HUT pertama "Car Free Day" bertema "Empat Jam Solo Berbatik", di Solo, Minggu.<br /><br />Menurut Wakil Menhub, kota yang memiliki transportasi baik ada tiga syarat yakni, angkutan tersedia baik, memberikan ruang untuk kendaraan tidak bermotor, dan memfasilitasi pejalan kaki.<br /><br />Kegiatan hari bebas kendaraan bermotor, kata dia, sebetulnya untuk bisa sama-sama menyiapkan hal tersebut. Kota Solo sudah memiliki resep dan kemajuan ketiga bidang ini, sehingga salah satu kota terdepan dalam rangka mewujudkan suatu transportasi yang humanius.<br /><br />Oleh karena itu, pihaknya mengharapkan agar kota-kota di Indonesia ini, memiliki kota referensi, dan salah satunya seperti Kota Solo.<br /><br />Menurut dia, di Indonesia ada beberapa kota yang mulai melakukan revitalisasi dari angkutan Perkotaan, tetapi Solo memiliki yang terlengkap dari segi revitalisasi angkutan umum, mereka penyiapan ruang bagi kendaraan tak bermotor, fasilitas pejalan kaki.<br /><br />"Tiga hal yang utama itu, ada di Kota Solo. Kota-kota lain sudah mulai belajar untuk meniru resepnya dari Kota Solo sebagai kota referensi," katanya.<br /><br />Menurut dia, resepnya dari Wali Kota Surakarta Joko Widodo, hanya sederhana, yakni dengan memberikan ruang kepada warganya untuk perjalanan tidak harus dengan kendaraan bermotor.<br /><br />"Prinsip dasarnya, kita memikirkan aksesibilitas perkotaan," katanya.<br /><br />Sementara "car free day" merupakan suatu upaya penekanan tingkat polusi udara yang ditimbulkan oleh emisi gas buang kendaraan bermotor yang jika dibiarkan akan mengakibatkan ancaram pemanasan global.<br /><br />Oleh karena itu, dalam upaya melindungi bumi dari ancaman pemanasan global, maka pemerintah Kota Surakarta memberlakukan "car free day". Terlihat dari beberapa kota yang sudah memberlakukan cukup efektif, karena dapat menurunkan karbon monoksida hingga 67 persen, natrium oksida 80 persen, dan debu sebanyak 34 persen.<br /><br />Indonesia harus menurunkan emisi enam persen hingga dengan tahun 2014. Dari unsur perbuhungan harus berperan aktif karena transportasi memberikan konstribusi terhadap pencemaran udara.<br /><br />Menurut Wali Kota Surakarta Joko Widodo, "car free day" yang dilakukan di Kota Solo, pada setiap hari Minggu pagi tersebut dengan maksud menciptakan kualitas di Kota Surakarta lebih nyaman, sehat, dan bersih.<br /><br />Menurut Wali Kota, tujuan sudah jelas untuk meningkatkan kualitas udara dengan target penurunan karbon monoksida, merangsang potensi, kreaktivitas dan inovasi masyarakat dibidang seni, budaya, dan olahraga, serta mengembangkan sistem lalu lintas ramah lingkungan.(Eka/Ant)</p>