Wali Kota : Biaya Pengolahan Air Bersih Mahal

oleh
oleh

Wali Kota Pontianak Sutarmidji menyatakan, bisa saja agar air bersih yang didistribusikan pihak Perusahaan Air Minum Daerah Tirta Khatulistiwa ke pelanggannya tidak payau, tetapi harganya lebih mahal dari sekarang. <p style="text-align: justify;">"Untuk memproses air baku yang sudah terintrusi air laut, membutuhkan biaya yang tinggi sehingga harga jual pada pelanggan menjadi sekitar Rp55 ribu/meter kubik," kata Sutarmidji di Pontianak, Kamis.<br /><br />Ia menjelaskan, pihak PDAM harus mengeluarkan biaya yang tinggi untuk mengolah air asin tersebut agar tidak lagi payau.<br /><br />"Kami berharap masyarakat jangan ‘beleter’ atau marah saja, terkait kondisi sekarang. Harga jual air PDAM sebesar Rp3.300/meter kubik saja masyarakat sudah kemahalan, apalagi Rp55 ribu/meter kubik," kata Sutarmidji.<br /><br />Sutarmdiji menambahkan, pihaknya tetap harus mendistribusikan air ke masyarakat Kota Pontianak, meskipun air asin, karena masyarakat sangat bergantung pada distribusi air dari PDAM.<br /><br />Ia berharap, masyarakat tidak ribut, karena itu pilihan yang paling tidak nyaman dari Pemerintah Kota Pontianak karena memang sangat tergantung pada air baku Sungai Kapuas.<br /><br />Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Multi Junto Bhatarendro menyatakan, air produk PDAM Tirta Khatulistiwa tidak layak dikonsumsi karena kadar garam air lautnya kini membahayakan kesehatan.<br /><br />"Air PDAM saat ini sudah tidak layak dikonsumsi, maupun untuk mencuci bahan makanan dan masak, kecuali sekadar untuk mandi, cuci, kakus (MCK)," katanya.<br /><br />Apabila air tersebut masih saja di konsumsi, maka bisa menyebabkan gangguan kesehatan seperti diare, tekanan darah naik, gangguan pada saluran pencernaan hingga gangguan kesehatan lainnya, kata Multi. <strong>(phs/Ant)</strong></p>