Wali Kota: Guru Mulia Karena Karya

oleh

Wali Kota Singkawang Awang Ishak mengatakan peran guru mulia karena karyanya. <p style="text-align: justify;">Hal itu disampaikannya saat menjadi inspektur upacara pada peringatan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-70 tahun 2015, di Halaman Kantor Wali Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Jumat.<br /><br />"Peringatan HUT PGRI kali ini mengangkat tema memantapkan soliditas dan solidaritas PGRI sebagai organisasi profesi guru yang kuat dan bermartabat," kata Awang.<br /><br />Dia mengatakan, republik ini dirintis oleh kaum terdidik. Mereka adalah generasi baru dizamannya yang merasakan pengajaran, pendidikan dan pencerahan.<br /><br />Mereka sangat sadar atas manfaat langsung pendidikan dan karena itulah mencerdaskan kehidupan bangsa mereka tetapkan sebagai sebuah amanah yang harus ditunaikan.<br /><br />"Sebuah pesan tegas bahwa kunci kemajuan bangsa ini ada pada kualitas manusianya. Gurulah yang berada di garda terdepan mewakili seluruh bangsa ini dalam menjalankan amanah itu. Tiap tutur, tiap langkah dan tiap karya ibu dan bapak guru adalah ikhtiar untuk mencerdaskan bangsa," tuturnya.<br /><br />Menurut Awang, Ki Hadjar Dewantara menyebut tempat belajar sebagai taman. Istilah itu meneguhkan tekad bahwa pendidikan memang harus menjadi sebuah proses pembelajaran menyenangkan walau penuh tantangan.<br /><br />"Pendidikan tidak boleh terasa sebagai penderitaan. Sekolah harus terasa menyenangkan. Sekolah menyenangkan adalah sekolah dimana semua ikut terlibat, baik guru maupun siswa. Sekolah menyenangkan hanya bisa terjadi bila guru pun terus belajar, serta terus berkarya," tutur Awang.<br /><br />Pemerintah menyadari bahwa masih ada berbagai pekerjaan rumah terkait guru yang harus kami tuntaskan dan terus menerus perbaiki.<br /><br />Dia juga mengajak semua guru untuk bersama-sama memastikan bahwa semua ikhtiar benar-benar dipusatkan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, menumbuhkan semua potensi anak-anak kita hingga mereka bukan hanya sekedar bisa meraih, tetapi bisa melampaui cita-citanya.<br /><br />Dia mengajak ibu dan bapak guru untuk bersama-sama menunjukan pada bangsa tercinta ini bahwa Guru Indonesia adalah Guru pembelajar. Guru yang selalu hadir sebagai pendidik dan pemimpin bagi anak didiknya.<br /><br />Guru yang hadir mengirimkan pesan harapan. Guru yang makin menjadi contoh tentang ketangguhan, optimisme dan keceriaan.<br /><br />"Mari kita kirimkan pesan kepada seluruh komponen bangsa ini, bahwa guru mulia karena karya. Hanya dari Guru yang terus belajar dan bekarya akan muncul generasi pembelajar sepanjang hayat yang terus menerus berkontribusi pada masyarakat dan lingkungannya," kata Awang. (das/ant)</p>