Wali Kota Minta Media Sosialisasikan Penanganan DBD

oleh

Wali Kota Pontianak Sutarmidji meminta, media cetak maupun elektronik di kota itu untuk ikut mensosialisasikan penanganan penyakit demam berdarah dengue (DBD) akibat gigitan nyamuk aedes aegypti, pada masyarakat Kota Pontianak. <p style="text-align: justify;">"Dengan gencarnya sosialisasi terkait penanganan, pencegahan penyakit DBD oleh media kami berharap bisa menekan kasus maupun korban penyakit tersebut di Kota Pontianak," kata Sutarmidji di Pontianak, Jumat.<br /><br />Ia menjelaskan, dengan gencarnya sosialisasikan oleh media, baik cetak maupun online terkait pencegahan penyakit DBD maka kedepan kasus DBD semakin bisa ditekan lagi di kota itu.<br /><br />Data Dinas Kesehatan Kota Pontianak dari tanggal 1-20 Januari tercatat sudah sebanyak delapan kasus DBD yang tersebar di enam kecamatan atau diseluruh kecamatan di kota itu.<br /><br />Sebelumnya, Kepala Dinkes Kota Pontianak Multi Junto Bhatarendro menyatakan, pihaknya saat ini sedang mengantisipasi siklus tiga tahunan penyakit DBD yang diprediksi pada tahun 2012.<br /><br />"Bentuk antisipasi dan persiapan itu kami telah menganggarkan sebesar Rp1,3 miliar untuk melakukan ‘fogging’ atau pengasapan dalam membunuh induk nyamuk aedes aegypti penyebab penyakit DBD," katanya.<br /><br />Anggaran sebesar Rp1,3 miliar itu untuk melakukan pengasapan khusus sebesar Rp500 juta, sisanya untuk pengasapan di sekolah-sekolah dan pengasapan sebelum masa penularan (SMP).<br /><br />Dalam kesempatan itu, Kadinkes Kota Pontianak mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan menekan seminimal mungkin perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD tersebut.<br /><br />Selain itu juga melakukan tindakan menguras, menutup dan menimbun tempat-tempat yang berpotensi dijadikan tempat bersarang dan berkembangbiaknya nyamuk aedes aegypti, kata Multi.<br /><br />Kota Pontianak tahun 2009 telah dinyatakan mengalami KLB DBD, tahun 2009 dengan 3.187 kasus, di antaranya sebanyak 62 orang meninggal. Tahun 2010, dari 70 kasus dua orang di antaranya meninggal, satu kasus di Kecamatan Pontianak, Utara dan Timur.<br /><br />Data Dinkes Kota Pontianak, mencatat kasus DBD tahun 2005 sebanyak 450 kasus, meninggal enam pasien, tahun 2006 sebanyak 1.288 kasus, meninggal 16 orang, tahun 2007 sebanyak 121 kasus, meninggal tiga orang, tahun 2008 sebanyak 282 kasus, meninggal 20 orang. <strong>(phs/Ant)</strong></p>