Wali Kota Samarinda Serahkan Alat Pertanian

oleh

Wali Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Syaharie Jaang menyerahkan puluhan alat pertanian kepada kelompok tani di daerah itu dengan harapan agar alat tersebut mampu meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian. <p style="text-align: justify;">"Bantuan alat pertanian ini diharapkan mampu menjadikan produksi padi di Samarinda lebih meningkat, sehingga ke depan Samarinda tidak lagi mendatangkan beras dari daerah lain," ujar Syaharie Jaang, saat menyerahkan alat mesin pertanian tersebut di Desa Sukorejo, Kelurahan Lempake, Samarinda, Kamis.<br /><br />Beberapa alat mesin pertanian bantuan Pemkot Samarinda yang diserahkan wali kota antara lain, enam unit hand traktor non rotary, empat unit power thresher, 10 unit alat pengolahan pupuk organik (APPO), mesin pascapanen jahe, dan tiga unit mesin pengolahan pakan ternak bergerak berupa kendaraan roda tiga.<br /><br />Sedangkan mereka yang mendapat bantuan adalah Kelompok Tani Usaha Pelayanan Jasa Alat (UPJA) Muang Jaya Lestari dari Desa Muang, Lempake. Kelompok ini menerima satu unit power threser dan satu unit APPO.<br /><br />Kemudian Kelompok Tani UPJA Sukorejo, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara menerima satu unit hand traktor non rotary dan satu unit APPO.<br /><br />Selanjutnya, Kelompok Tani UPJA Mandiri, Kelurahan Tanah Merah, Samarinda Utara, menerima satu unit hand traktor non rotary dan satu unit power thresher.<br /><br />Berikutnya, Kelompok Tani UPJA Girirejo, Tanah Merah, menerima bantuan dari Pemkot Samarinda berupa satu unit hand traktor non rotary dan satu unit APPO.<br /><br />Bantuan juga diberikan kepada Kelompok UPJA Kerjasama, Kelurahan Sei Siring, Samarinda Utara. Kelompok ini menerima bantuan satu unit hand traktor non rotary dan satu unit APPO.<br /><br />Wali kota juga menyerahkan bantuan beberapa ekor sapi bibit dan sapi penggemukan kepada dua kelompok ternak di daerah itu.<br /><br />"Pemkot Samarinda bercita-cita agar ke depan bukan hanya mampu swasembada beras, jagung, dan jenis makanan pertanian lain, tetapi juga ingin swasembada daging sehingga petani dan peternak terus mendapat perhatian. Selain ingin swasembada, kami juga ingin Samarinda menjadi surplus," kata Jaang berharap. <strong>(das/ant)</strong></p>