Wali Kota Samarinda Tolak Penggandaan Soal UN

oleh

Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang menegaskan menolak penggandaan soal UN. <p style="text-align: justify;">Bahkan, Syaharie Jaang secara tegas kembali di Samarinda menyatakan larangannya kepada pihak sekolah untuk melaksanaan UN hari ini (Kamis) jika soal tidak lengkap.<br /><br />Wali Kota Samarinda itu juga menyatakan kesiapannya menerima sanksi dari presiden sebagai konsekuensi dari sikapnya tersebut.<br /><br />"Saya lebih memilih diberi sanksi daripada harus melihat 2.800 anak yang tidak bisa ujian akibat tidak mendapatkan soal," ungkap Syaharie Jaang.<br /><br />Hingga hari pelaksanaan UN yakni Kamsi lanjut Syaharie Jaang, masih terdapat 12 SMA di Samarinda yang belum mendapatkan soal UN.<br /><br />"Bahkan, SMA 10 yang merupakan sekolah terfavorit di Kaltim sampai saat ini juga belum mendapatkan soal UN. Selain itu, ada 11 Madrasah, dua SMK dan satu kelompok penyelenggara kejar paket C yang juga belum mendapatkan soal ujian," katanya.<br /><br />"Dengan semua pertimbangan itu, maka saya memutuskan untuk tidak menggelar ujian hari ini. Kalau dipaksakan, maka nanti yang menjadi korban adalah anak-anak," ungkap Syaharie Jaang.<br /><br />Sikap tegasnya menolak UN itu diambil lanjut dia, untuk menghindari kecemburuan antar siswa.<br /><br />"Kalau dipaksakan, tentunya akan menimbulkan kecemburuan sebab ada siswa yang mengerjakan soal ujian asli dan ada yang fotocopy. Saya terpaksa mengambil resiko ini sebab memang kondisinya serba salah. Saya lebih baik dimarahi menteri daripada dimarahi 2.800 anak yang tidak dapat soal ujian," tegas Syaharie Jaang.<strong> (das/ant)</strong></p>