Warga Balai Berkuak Bermufakat Dengan Polisi

oleh

Warga Balai Berkuak, Kecamatan Simpang Hulu yang sehari lalu merusak markas Kepolisian Sektor Balai Berkuak, Kabupaten Ketapang Polda Kalbar kini sedang melakukan permufakatan menyelesaikan permasalahan yang melibatkan polisi setempat, Briptu RG. <p style="text-align: justify;">"Pertemuan untuk menyelesaikan masalah itu dihadiri Kapolres Ketapang,Kapolda Kalbar dan Ketua DAD (Dewan Adat Dayak, red)," kata Kepala Bidang Humas Polda Kalbar, Ajun Komisaris Besar (Pol) Mukson Munandar di Pontianak, Selasa.<br /><br />Kombes Mukson Munandar mengatakan sejak pagi Kapolda Brigjen (Pol) Sukrawardi Dahlan dan Ketua DAD Kalbar Yakobus Kumis, berada di Balai Berkuak untuk menghadiri pertemuan antara Kapolres dan tokoh masyarakat setempat.<br /><br />Sementara Briptu RG yang menjadi pihak yang memicu aksi massa pada Senin (17/10) sudah dibawa ke Polda Kalbar untuk menjalani pemeriksaan Propam.<br /><br />Situasi di daerah tersebut kini sudah aman. Satu kompi Brimob dari Polda dan 30 anggota Sabhara dari Polres Ketapang masih disiagakan di daerah tersebut.<br /><br />Mukson mengatakan, insiden pembakaran markas Polsek, rumah Kapolsek,asrama dan satu unit sepeda motor yang dilakukan oleh kelompok warga Balai Berkuak, dipicu persoalan lama yang tidak diketahui oleh jajaran kepolisian setempat. Bahkan polsek setempat sudah mengalami dua kali pergantian pimpinan.<br /><br />"Kalau dari tahun 2009 tahu, tentu ia (Briptu RG) sudah diproses," katanya.<br /><br />Pacar Menurut Mukson, kasus Briptu RG merupakan persoalan pribadi dimana seorang laki-laki memiliki banyak pacar, enam perempuan warga Balai Berkuak. Kemudian videonya yang disimpan sejak tahun 2009 di laptop diketahui oleh warga, sehingga warga menjadi marah.<br /><br />Sementara saat ini, baik Briptu RG maupun perempuan warga setempat yang pernah menjadi pacarnya sudah berkeluarga. Briptu RG sampai saat ini masih bertugas di Polsek Balai Berkuak.<br /><br />Kota kecamatan Balai Berkuak dapat ditempuh melalui jalan darat dari Kota Pontianak melintasi jalan trans Pontianak – Tayan sekitar 100 kilometer. Kemudian menyeberang ke daerah Piasak menggunakan motor klotok,perjalanan dilanjutkan menggunakan anggutan darat dari Piasak ke Balai Berkuak sekitar 80 kilometer.<br /><br />Sementara jika ditempuh dari Kota Ketapang sendiri, jaraknya mencapai 300 kilometer.<br /><br />Mukson menambahkan, kasus yang dihadapi Briptu RG termasuk kasus besar dan yang bersangkutan dapat kena sanksi disiplin sebagai polisi, kode etik sebagai polisi dan sebagai manusia biasa kena ancaman pidana sesuai KUHP.<br /><br />"Pasti kena sanksi," katanya menegaskan.<br /><br />Kabid Humas mengungkapkan, saat ini polisi masih mencari orang yang menyebarkan video tersebut dan siapa yang menjadi provokator aksi massa.<br /><br />"Kalau aksi emosi sesaat bisa dimaklumi. Tetapi barang ‘busuk’ memang selalu ketahuan ya," kata Mukson Munandar.<strong> (phs/Ant)</strong></p>