Warga Balikpapan Minta Pengendara Mabuk Dihukum Berat

oleh

Warga Balikpapan meminta Hanjujungan Nainggolan alias Ucok (35), pengendara mobil yang menabrak buruh pasar dan penjual bensin eceran hingga tewas agar dihukum berat, karena diduga mengemudikan mobil dalam keadaan mabuk dan kebut-kebutan. <p style="text-align: justify;">Budi Chandra, pemilik toko di Klandasan Balikpapan di Balikpapan, Sabtu, mengatakan pengemudi mobil yang kebut-kebutan dalam keadaan mabuk dan mengakibatkan kecelakaan beruntun di Pasar Baru, kemudian menabrak buruh pasar hingga tewas, Kamis (23/1) harus dihukum berat.<br /><br />"Mengemudikan mobil dalam keadaan mabuk, lalu kebut-kebutan, sungguh tidak bertanggung jawab. Pelaku harus dijatuhi hukuman yang setimpal," kata pemilik toko di Klandasan yang lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).<br /><br />Halim, warga Balikpapan Baru lainnya juga mengatakan, perbuatan pelaku itu seperti menganggap nyawa orang tidak ada harganya dan telah menyebabkan keluarga kedua korban kehilangan pencari nafkah dan penopang hidup rumah tangga.<br /><br />"Kami meminta pelaku dihukum seberat-beratnya," kata Sudi, penjual emas di Pasar Baru yang mengenal baik Aco, korban kecelakaan maut itu.<br /><br />Saing (54), buruh di Pasar Baru, tewas ditabrak mobil Honda Jazz dengan nomor polisi KT 1888 YN yang dikemudikan Hanjujungan Nainggolan. Dari KTP milik pelaku diketahui bahwa yang bersangkutan warga Kota Baru, Jambi.<br /><br />Kronologi kejadian, kecelakaan maut itu berawal ketika Honda Jazz yang dikemudikan Hanjujungan Nainggolan melaju dengan kecepatan tinggi beriringan dengan Mazda bernomor polisi KT 1192 LN yang dikendarai M Habibi.<br /><br />Kedua mobil itu datang dari arah Score Balikpapan Super Block (BSB) menuju Delta di kawasan Pasar Baru. Tepat di depan koperasi yang berlokasi di depan Asrama Polisi Segara, Honda Jazz menabrak sepeda motor Suzuki Shogun SP bernomor polisi KT 2140 YE yang dikendari Saing, buruh pasar yang hendak bekerja di Pasar Baru.<br /><br />Sepeda motor yang dikendari Saing terlempar kemudian menabrak sepeda motor Honda GL bernomor polisi KT 4550 KH, menyebabkan korban meninggal dunia di TKP, karena menderita luka parah.<br /><br />Setelah menabrak Honda GL, sepeda motor Shogun yang dikendari korban masih terseret dan kemudian menabrak gerobak penjual bensin eceran yang dijaga Aco, yang menyebabkan terjadinya kebakaran dan Aco tersambar api hingga mengalami luka bakar dan meninggal dunia sekitar pukul 14.50 WITA.<br /><br />Hampir seluruh tubuh korban terbakar. Aco kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan dalam kondisi kritis.<br /><br />"Setelah menabrak sepeda motor, mobil Honda Jazz terus melaju hingga akhirnya berhenti setelah menabrak jembatan dekat Pasar Baru. Pengendara mobil tersebut langsung diamankan ke Mapolres Balikpapan, sementara pengendara mobil Mazda berhasil kabur," kata Kapolres Balikpapan AKBP Andi Azis Nizar.<br /><br />Dari hasil penyelidikan Hanjujungan Nainggolan alias Ucok dan temannya M Habibie melakukan aksi kebut-kebutan setelah dugem di Balikpapan Super Blok (BSB), yang berjarak 3 kilometer dari Pasar Baru.<br /><br />"Di klub malam itu keduanya menenggak minuman keras, tequila dan wiski," katanya.<br /><br />Habibie yang mengendarai Mazda 2 unggul dari Ucok. Ia lebih dahulu masuk ke kawasan Mal Balcony sehingga tidak tahu kejadian yang ditimbulkan Ucok. Di BSB Habibie hanya memutar dan kembali ke BSB yang kemudian ditangkap polsi.<br /><br />"Kami sudah melihat gelagat keduanya sejak di BSB. Anggota yang bertugas di Pos Rayon BSB segera mengejar begitu kedua mobil tancap gas," kata Andi Azis.<br /><br />Hanjujungan Nainggolan alias Ucok dan Habibie langsung ditangkap dan dibawa ke RS Pertamina Balikpapan. Dari tes darah di diketahui dalam darah keduanya terkandung alkohol hingga 40 persen.<br /><br />Dengan bukti-bukti tersebut dan laporan saksi, polisi menetapkan Ucok sebagai tersangka. Ia diancam hukuman maksimal 12 tahun penjara oleh pasal 311 ayat 5 Undang-Undang Nomor 22/2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.<br /><br />"Perbuatannya mengemudi di saat mabuk kemudian menghilangkan nyawa orang lain memenuhi apa yang disebutkan dalam pasal tersebut," kata Kapolres Balikpapan.<br /><br />Pelanggaran masih ditambah lagi bahwa Ucok tidak bisa menunjukkan Surat Izin Mengemudi (SIM) saat diperiksa petugas. <strong>(das/ant)<br /></strong></p>