Warga Banjarmasin Ramai-Ramai Datangi Klenteng

oleh

Warga masyarakat ramai-ramai mendatangi klenteng yang ada di Banjarmasin, ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan tersebut, Jumat bertepatan awal Tahun Baru Imlek 2565. <p style="text-align: justify;">Seperti terlihat di klenteng Tri Dharma, Jalan Piere Tendean, tempat persembahyangan warga Tionghoa penganut Confucius yang berusia mencapai 100 tahun itu, banyak warga berkerumun, terutama di luar pagar.<br /><br />Mereka yang datang itu terdiri tua – muda, serta anak-anak, bukan saja warga "kota seribu sungai" Banjarmasin, tapi juga dari daerah pinggiran dan luar kota.<br /><br />Kedatangan warga tersebut tampaknya beragam tujuan, di antaranya ingin melihat atraksi barongsai yang bisa kaum Tionghoa pertunjukan setiap Tahun Baru Imlek.<br /><br />"Karena untuk daerah pinggiran kota, terlebih di luar Banjarmasin, sulit melihat permainan barongsai, salah satu budaya China yang cukup menarik itu," ujar Adi, warga Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalsel.<br /><br />Adi sengaja datang ke Banjarmasin bersama dua anaknya dengan naik sepeda motor, untuk melihat hiburan gratis berupa pertunjukan barongsai.<br /><br />Namun ada pula warga yang sengaja datang ke klenteng pada Tahun Baru Imlek, karena biasanya kaum Tionghoa yang melakukan persembahyangan juga membagi-bagi ampao.<br /><br />"Syukur kalau kebagian ampao. Tapi pengalaman tahun-tahun sebelumnya kami juga kebagian ampao," ujar Mesa bersama tiga anaknya, warga daerah pinggiran kota Banjarmasin itu.<br /><br />Suasana lain pada Tahun Baru Imlek 2565 di ibu kota Kalsel itu, lalu lintas kendaraan bermotor tidak sesibuk seperti hari-hari biasa atau sebelumnya.<br /><br />Begitu pula toko-toko banyak yang tutup, terutama dari pemilik yang merayakan Imlek, tapi tidak mempengaruhi harga kebutuhan pokok. Sebab yang tutup itu umumnya toko emas, elekronik, otomotif. <strong>(das/ant)</strong></p> <p style="text-align: justify;">Poto Dok Antara.com</p>