Warga Berharap Steher Peyeberangan Ke Pinoh Utara

oleh

Aktivitas penyeberangan dari Kecamatan Nanga Pinoh ke Kecamatan seberang yakni Pinoh Utara, cukup tinggi. <p style="text-align: justify;"><br />Tidak hanya warga saja yang menyeberang, namun kendaraan pun diseberangkan. Namun disayangkan, kondisi penyeberangan itu belum terdukung fasilitas. Padahal di Pinoh Utara sudah memiliki steher penyeberangan. Sebagai penyambung steher yang sudah ada di Pinoh Utara, maka warga mengharapkan adanya pembangunan steher penyeberangan di Desa Paal Kecamatan Nanga Pinoh. <br /><br />Mengingat kondisi penyeberangan yang ada di Desa Paal yang masih sangat sederhana, masih mengunakan kayu ala kadarnya.<br /><br />“Kita meminta kepada pemerintah agar membuat steher yang baik di desa Paal, dekat dengan pasar  untuk penyeberangan warga Pinoh Utara,” kata warga Kompas Raya, Sudirmansyah, Rabu (20/4).<br /><br />Kondisi steher penyeberangan saat ini sangat tidak memenuhi standar keselamatan. Tangga kayu yang ada pun sudah terlihat rapu. Dipastikan akan sangat licin pada saat hujan, lantaran terkena tanah bekas  injakan sandal. Pejalan kaki, mesti hati-hati  menaikan jembatan ini.<br /><br />Di sisi lain, steher sederhana ini merupakan penyeberangan paling sibuk di seluruh Melawi. Mulai beraktivitas dari 05.00 pagi hingga sekitar pukul 21.00 malam. Pagi hari, banyak siswa, buruk, pegawai yang melintasi penyeberangan melinatasi Sungai Melawi ini. Banyak warga Pinoh Utara ke Nanga Pinoh. Atau sebaliknya, dari Nanga Pinoh ke Pinoh Utara. Aktivitas padat tersebut terus berlanjut sampai  siang, sore dan malam hari.<br /><br />“Setiap waktu  ada saja orang yang   ingin menyeberangan, baik dari Nanga Pinoh maupun ke Pinoh Utara, atau dari Pinoh Utara ke Nanga Pinoh. Ada-ada saja  keperluan orang untuk menyeberangan,” ulasnya.<br /><br />Bukan hanya orang yang berlalu lalang di penyeberangan sederana ini, tetapi banyak pemilik kendaraan yang menyeberangakan kendaraan roda duanya. Kendaraan yang diseberangkan harus melintasi tangga kayu  curam. Jelas membahayakan motor dan orang yang menyeberangkannya.<br /><br />Kalau orang yang menyeberangkan tidak pernah, dipastikan akan jatuh bersama motor. Untung, jasa penyeberangan dilayani oleh pemilik kelotong yang memang sudah sangat professional. Tetai, bukan berarti tidak berbahaya bagi mereka.<br /><br />“Pernah ada orang yang mengiring motor dari tangga tersebut terluka oleh injakan motor. Kendaraan terlanjut  turun dengan cepat, tetapi kaki penggiring lambat bergerak. Hingga injakan motor menggores kaki orang itu,” ceritanya.<br /><br />Pandi  mengaku akses jalur air sangat sulit, lantaran tebing yang tinggi. Namun, warga Pinoh Utara tidak punya pilihan lain selain  menggunakan jalur penyeberangan.  Lantaran satu-satunya akses. Beda halnya, jika Jembatan Melawi II dituntaskan pembangunannya. <br /><br />“Kalau jembatan jadi, akses jelas muda. Tetapi apa nak dikata, jembatan hanya ada tiangnya saja. Mau tidak mau kita meminta agar steher yang ada ini buat dengan sempurna. Agar amat bagi pengguna,” pungkasnya. (KN)</p>