Warga Datangi DPRD Kalbar Dukung Rumah Budaya

oleh
oleh

Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Cinta Damai mendatangi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Barat demi mendukung pembangunan rumah budaya. <p style="text-align: justify;">Koordinator Aksi dari Aliansi Masyarakat Cinta Damai Ya’ Suparman di Pontianak Jumat menuntut pembangunan rumah budaya karena merupakan wajah Kalimantan Barat.<br /><br />"Kami dari Aliansi Masyarakat Cinta Damai Kalbar mempertanyakan kenapa beberapa fraksi masih menolak pembangunan perkampungan budaya padahal itu menyangkut identitas kita selaku rakyat Indonesia dan secara khusus masyarakat Kalbar. Apakah beberapa fraksi itu tidak memiliki budaya," kata Ya’ Suparman disambut teriakan keras warga lainnya di depan Gedung DPRD Kalbar.<br /><br />Mereka menilai, fraksi yang tidak mendukung pembangunan rumah budaya tersebut tidak memiliki budaya lebih baik mereka angkat kaki dari bumi khatulistiwa ini.<br /><br />"Kami tidak menerima pendatang haram yang tidak memiliki kultur budaya yang jelas," tegasnya.<br /><br />Kedua, kata dia, pihaknya juga mempertanyakan Anggota DPRD Kalbar menolak pembangunan rumah Adat Betang Dayak dan Rumah Adat Melayu serta Plaza Budaya yang bisa digunakan semua etnis yang ada di Kalbar.<br /><br />"Padahal dengan adanya pembangunan Perkampungan Budaya, Rumah Adat Betang Dayak, Rumah Adat Melayu dan Plaza Budaya tersebut otomatis akan menarik minat para wisatawan baik lokal maupun mancanegara, dan mempunyai langkah positif ke depannya untuk mempererat tali silaturahim antaretnis yang ada di Kalbar," katanya.<br /><br />Kemudian, lanjutnya, atas alasan tersebutlah dari Aliansi Masyarakat Cinta Damai Kalbar mengutuk keras tindakan anggota DPRD Kalbar yang menolak pembangunan tersebut.<br /><br />"Dan secara tegas meminta agar anggota DPRD Kalbar yang menolak tersebut supaya turun dari jabatannya selaku anggota dewan," tegasnya.<br /><br />Ketua DPRD Kalbar Minsen didampingi perwakilan dari ketua fraksi-fraksi yang ada di Dewan menegaskan pembangunan Rumah Melayu dan rumah adat betang tersebut sudah direncanakan.<br /><br />"Memang harus kami akui diskusi mengenai rumah budaya dan perkampungan budaya tersebut sudah dibicarakan cukup lama dana masalah tersebut sudah jelas," ungkap Minsen.<br /><br />Minsen menjelaskan, pihaknya sudah sepakat untuk adanya jalan terbaik.<br /><br />"Kami mengutamakan dua suku terbesar di Kalbar," katanya.<br /><br />Menurutnya, untuk penganggaran DPRD Kalbar, badan anggaran legislatif dan eksekutif sudah menyepakati untuk pembangunan kompleks tersebut sebesar Rp54 miliar.<br /&gt;<br />Penganggaran tersebut sifatnya multiyears (tahun jamak). Karena, besarnya anggaran tidak dapat terpenuhi dalam satu tahun anggaran.<br /><br />"Hal itu bukan permasalahan anggaran saja, tetapi juga untuk pembangunannya memang membutuhkan waktu yang lama," jelas Minsen.<br /><br />Legislator Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu meminta kepada warga yang hadir tersebut untuk tertib dan tenang.<br /><br />"Kami minta semua tenang, biarkan kami bekerja sesuai aturan, karena kalau masih tidak tertib dan tenang berarti memang tidak memiliki aturan," ungkap Minsen. <strong>(phs/Ant)</strong></p>