Warga Enggan Tekuni Keterampilan Pengasapan Ikan

oleh

Masyarakat nelayan di Kelurahan Tanjung Pinang Kecamatan Sebangau wilayah Kota Palangka Raya enggan menekuni dan menularkan keterampilan pengasapan ikan yang pernah dilakukan pelatihan dari dinas/instansi terknis setempat. <p style="text-align: justify;">Padahal keterampilan itu akan sangat membantu para nelayan untuk meningkatkan pendapatan dan tidak hanya menjual ikan hasil tangkapan saja, kata peneliti Program Magister Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Universitas Negeri Palangka Raya Drs Rudi MPd, Kamis. <br /><br />Pada penelitian keterampilan di daerah aliran sungai itu, diketahui pola mata pencaharian masyarakat Tanjung Pinang bersifat rangkap yaitu satu keluarga menekuni berbagai pekerjaan, di samping sebagai buruh pelabuhan, juga nelayan, tukang bangunan, dan petani pada musim kemarau. <br /><br />Sedangkan pola pelatihan pengasapan yang dilakukan aparat Dinas Perdagangan dan Perindustrian terdiri atas dua pola, yaitu pengasapan panas dan pengasapan dingin. Untuk waktu yang diperlukan dalam proses pengasapan dingin berhari-hari bahkan sampai dua pekan. <br /><br />Dalam penelitian tersebut ditemukan keengganan warga belajar menindaklanjuti keterampilan pengasapan ikan disebabkan berbagai faktor seperti tidak semua warga belajar memiliki alat atau bahan lemari pengasapan ikan. <br /><br />Selain itu, tambahnya, pola hidup masyarakat bersifat instan, jiwa entrepreneur belum terpupuk, mata pencaharian sebagai nelayan tidak dapat diandalkan sebagai sumber kehidupan. <br /><br />Dia menyarankan masyarakat yang menekuni pekerjaan rangkap hendaknya memilih salah satu untuk ditekuni secara profesional, dan terorganisir sehingga ada keseimbangan antara pekerjaan dengan penghasilan atau pendapatan yang akan diterima. <br /><br />Salah satu cara meningkatkan kualitas hidup masyarakat di level ekonomi ke bawah adalah memberi pelatihan keterampilan, agar mereka berdaya dan mandiri. Kalau masyarakat memiliki daya dan mandiri maka keluarga yang bahagia dan sejahtera akan terwujud. <br /><br />Dalam memberi pelatihan dan keterampilan kepada masyarakat, hendaknya diperhatikan potensinya sebagai warga sehingga pelatihan keterampilan yang ditawarkan relevan dengan kebutuhan dan keinginan warga untuk belajar. <br /><br />Peneliti memberi rekomendasi kepada dinas terkait terutama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palangka Raya untuk mempermudah pelatihan sebaiknya melibatkan para tenaga-tenaga sarjana PLS.<strong> (das/ant)</strong></p>