Warga Harapkan Normalisasi Sungai Balangan Dan Tabalong

oleh

Warga Kabupaten Hulu Sungai Utara, Balangan, dan Tabalong, Kalimantan Selatan, mengharapkan normalisasi Sungai Balangan dan Tabalong untuk mencegah banjir, kata legislator setempat Nasrullah. <p style="text-align: justify;">"Harapan itu mereka sampaikan ketika saya melakukan reses pekan lalu ke daerah tersebut," katanya di Banjarmasin, Selasa.<br /><br />Anggota DPRD Kalsel itu mengemukakan hal tersebut sebelum mengikuti peningkatan sumber daya manusia pimpinan dan anggota dewan di Jakarta.<br /><br />"Dengan normalisasi kedua sungai besar tersebut, diharapkan terhindar dari bencana banjir atau setidaknya meminimalkan dampak bencana banjir," kata anggota DPRD Kalsel berasal dari Daerah Pemilihan V yang meliputi Kabupaten HSU, Balangan, dan Tabalong itu.<br /><br />Ia mengatakan setiap musim hujan, tiga wilayah bertetangga itu tidak pernah lepas dari bencana banjir, bahkan seperti Amuntai, Ibu Kota Kabupaten HSU –185 kilometer utara Banjarmasin– di hilir Sungai Balangan dan Tabalong, selalu terendam.<br /><br />"Akibat dari bencana banjir itu, bukan cuma mengganggu kegiatan perekonomian daerah dan masyarakat setempat, tapi juga mengancam keutuhan berbagai infrastruktur, seperti jalan cepat rusak dan lainnya," kata wakil rakyat berasal dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut.<br /><br />Oleh sebab itu, katanya, sebagai upaya jangka panjang untuk pencegahan atau pengendalian banjir di daerah paling utara provinsi tersebut, antara lain dengan melakukan normalisasi Sungai Balangan dan Tabalong.<br /><br />Politikus muda PPP yang kembali mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kalsel periode mendatang melalui Dapil VI itu, mengatakan tentang harapan konstituennya di Dapil V provinsi setempat.<br /><br />"Harapan lain dari konstituen di Dapil V Kalsel itu, agar pemerintah melakukan parbaikan sarana dan prasarana pertanian, seperti irigasi, guna peningkatan produksi usaha tani mereka," kata mantan pegiat lembaga swadaya masyarakat tersebut.<br /><br />Ia mengaku bahwa perhitungan politis, kemungkinan kurang efektif dirinya melakukan reses di Dapil V, karena pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 dirinya mutasi ke Dapil VI yang meliputi Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu.<br /><br />"Jadi kalau dikaitkan dengan sosialisasi sebagai calon anggota legislatif, mungkin kurang efektif melakukan reses ke Dapil V," kata wakil rakyat yang menyandang gelar Sarjana Pendidikan Islam itu.<br /><br />Akan tetapi, katanya, karena amanah Pemilu 2009 membuat dirinya menjalankan reses di dapil asalnya.<br /><br />"Tapi oleh karena amanah, yang merupakan hasil Pemilu 2009, maka menjadi kewajiban melakukan reses pada dapil asal atau menemui konstituen pemilu lalu," demikian Nasrullah. <strong>(das/ant)</strong></p>