Warga Kalimantan Kecewa Atas Penyusunan Kabinet Kerja

oleh

Akademisi Universitas Palangka Raya Kalimantan Tengah Prof Dr HM Norsanie Darlan MS PH menyatakan, sebagai warga Kalimantan secara pribadi kecewa atas penyusunan Kabinet Kerja Jokowi – JK. <p style="text-align: justify;">"Saya kecewa, Pulau Kalimantan terdiri lima provinsi, kok ngga ada satupun penduduknya duduk di jajaran Kabinet Kerja Jokowi – JK. Apakah dianggap tidak ada manusia di pulau ini," tandasnya kepada Antara Kalimantan Selatan, Senin.<br /><br />Padahal bukan saja sebagai pulau terbesar di Indonesia, tapi Kalimantan juga memiliki potensi sumber daya manusia (SDM), dan sumber daya alam (SDA) yang cukup besar memberi kontribusi terhadap pendapatan nasional atau pembangunan negara ini.<br /><br />"Jika ada yang dicalonkan gagal dari partai, dengan alasan tertentu. Kenapa tidak dilirik dari perguruan tinggi. Ada delapan perguruan tinggi besar sesuai kelasnya di Kalimantan," katanya.<br /><br />"Dari perguruan tinggi tersebut tentu saja tersedia sejumlah orang mungkin juga bisa duduk dalam Kabinet Kerja Jokowi – JK," tegasnya seraya menambahkan, tak aneh kalau hal seperti yang dilakukan Jokowi -JK mengundang kecemburuan sosial di negeri tercinta ini.<br /><br />Namun dengan berbesar hati Guru Besar pada Universitas Palangka Raya (Unpar) itu menyatakan ucapan selamat atas pelantikan 34 Menteri Kabinet Kerja Jokowi – JK, yang juga akan turut menentukan 250 juta penduduk negeri ini.<br /><br />"Bersyukur mereka-mereka itu terpilih menjadi Menteri dari 250 juta penduduk Indonesia. Tapi apakah mereka itu sudah sesuai dengan keahliannya,"lanjut dosen pascarajana Pendidikan Luar Sekolah (PLS) di Unpar tersebut.<br /><br />"Kita salut pula dengan Bapak Presiden melibatkan sejumlah ahli profesor dari perguruan tinggi. Namun harapan kita semua, pekerjaan yang mereka lakukan tentu lebih baik dari mereka yang berpendidikan dibawahnya," demikian Norsanie Darlan.<br /><br />Sebagai catatan sejak Indonesia Merdeka atau berdiri republik ini tahun 1945 ada sejumlah orang Kalimantan yang menjadi Menteri, seperti pada masa Presiden Soekarno, tercatat beberapa orang Kalimantan sebagai Menteri, antara lain Ir Pangeran Mohammad Noor (Menteri PU), Muhammad Hanafiah (Menteri Agraria).<br /><br />Bahkan pada masa Presiden Soekarno, ada orang Kalimantan yang menjadi Wakil Perdana Menteri yaitu Dr (Hc) KH Idham Chalid, dan almarhum pernah sebagai Menteri Sosial dan Ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA) pada masa Presiden Soeharto.<br /><br />Pada masa Presiden Soeharto juga ada seorang putra Kalimantan yaitu almarhum H Sa’dillah Mursyid sebagai Menteri Muda Kabinet dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg).<br /><br />Kemudian pada era reformasi, yang tercatat sebagai Menteri masing-masing almarhum H Syamsul Mu’arif, HM Taufik, dan terakhir Dr Gusti HM Hatta yang diambil dari akademisi Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin.<br /><br />Unlam sebuah perguruan tinggi negeri tertua di Kalimantan yang berdiri 21 September 1958, kini memiliki sepuluh fakultas, yaitu Fakultas Hukum, Ekonomi dan Bisnis, serta Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).<br /><br />Selain itu, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Pertanian, Perikanan, Kehutanan, Teknik, Kedokteran, Mipa, dan terakhr sekitar satu tahun lau berdiri Fakultas Kedokteran Gigi. (das/ant)</p>