Warga Kalsel Diimbau Waspada Puting Beliung

oleh

Warga di Provinsi Kalimantan Selatan diimbau mewaspadai angin kencang atau puting beliung yang berpotensi muncul seiring mulai masuknya peralihan musim (pancaroba). <p style="text-align: justify;">"Warga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap angin puting beliung terutama memasuki musim pancaroba," ujar Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Klimatologi Banjarbaru, Sucantika Budi, Kamis.<br /><br />Menurutnya, sejak awal Mei, masa peralihan musim dari musim hujan ke musim kemarau sudah mulai berlangsung sehingga fenomena alam berupa angin puting beliung berpotensi lebih sering muncul.<br /><br />Ia mengingatkan, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, warga hendaknya menjauhi daerah terbuka seperti tanah lapang atau persawahan termasuk wilayah perairan yang berpotensi memunculkan puting beliung.<br /><br />"Kemunculan angin puting beliung biasanya sore hari dan hampir tidak pernah muncul pada pagi maupun siang hari sehingga saat sore hari patut waspada," sarannya.<br /><br />Terkait kemunculan puting beliung pada awal Mei lalu yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar, ia mengatakan, penyebabnya adalah banyaknya awan Cumulonimbus (CB).<br /><br />Awan CB yang dikenal sebagai awan pembentuk hujan itu, membentuk suhu udara panas dan lembab lalu di dalamnya muncul gerakan awan yang tidak beraturan sehingga memicu meningkatnya kecepatan angin.<br /><br />"Kecepatan angin cukup tinggi dan mampu merusak semua benda yang ada disekitarnya. Namun, kawasan yang terkena dampak kerusakan relatif kecil dan umumnya bersifat lokal pada radius 5-10 kilometer," jelasnya.<br /><br />Dijelaskan lebih lanjut, munculnya angin puting beliung ditandai tumbuhnya awan Cumulus yakni awan berbentuk seperti bunga kol berlapis-lapis menjulang tinggi dan mempunyai batas tepi yang sangat jelas.<br /><br />Biasanya awan itu muncul sekitar pukul sepuluh pagi dan selanjutnya awan itu berubah menjadi awan gelap dan jika ranting pohon bergoyang cepat, maka hujan dan angin kencang akan segera muncul.<br /><br />Kecepatan angin bisa sangat kencang sehingga merusak setiap benda di sekitarnya namun tiupan angin hanya berlangsung singkat dengan durasi tiga sampai 10 menit, setelah itu kecepatan angin berangsur-angsur melemah.<br /><br />Ditambahkan, langkah antisipasi yang bisa dilakukan diantaranya menebang pohon yang rimbun dan tinggi serta rapuh sehingga tidak menimpa orang maupun rumah yang ada dibawahnya.<br /><br />Selain itu, jika melihat cuaca gelap, sebaiknya menunda keinginan bepergian tetapi apabila sudah berada di jalan dan cuaca gelap diiringi awan hitam, sebaiknya berlindung ditempat yang aman.<br /><br />"Jangan berlindung dibawah pohon, jaringan kabel listrik dan baliho karena benda-benda itu berpotensi menjadi sasaran tiupan angin kencang," katanya mengingatkan. <strong>(phs/Ant)</strong></p>