Beberapa masyaraka di kabupaten Sintang mengelukan kualitas beras miskin (Raskin,Ani (28) satu di antara masyarakat Sebungkang kecamatan Kelam mengutarakan sejak beberapa bulan terakhir beras Raskin yang di terimanya dari bulog Sintang kualitasnya kurang baik"awalnya beras raskin yang saya terima sejak 3 bulan yang lalu masih bagus tapi satu bulan terakhir sejak adanya pembagian dari desa kualitas beras tidak seperti yang di harapkan"keluh Ani pada Kalimantan news Jumat(05/12/2013) <p style="text-align: justify;">Di katakan ibu empat anak ini, setiap akan menanak nasi, beras raskin tersebut terpaksa dicampurkan dengan beras kualitas baik agar enak untuk disantap. "Saya sih biasa dicampur dengan beras yang bagus mas, kalau gak rasanya kurang enak," jelasnya.<br /> <br /> Ia mengaku beras raskin yang didapatkannya tak seperti yang diharapkannya. "Saya terima saja mas. Namanya juga pemberian," katanya.<br /> <br /> menampik terkait soal buruknya kualitas beras miskin (raskin) yang disalurkan oleh distributor kepada para rumah tangga sasaran (RTS) di Sintang Kasi Pelayanan publik seb drive bulog Sintang Handi Halfig Agus,mengatakan kualitas beras dari Bulog sudah disesuaikan dengan harga jual yang murah sehingga tidak bisa dibandingakan dengan harga di pasaran yang berkualitas premium. "Harga beras di pasaran satu kilonya bisa mencapai Rp10 ribu itu yang kualitas premium, sedangkan beras bulog kan kualitas medium yang memang harganya disesuaikan kemampuan para RTS, " papar Agus<br /> <br /> Dia menjelaskan, secara kualitatif memang sangat berbeda dengan beras yang ada di pasaran, namun demikian lanjutnya, tidak mengurangi dari pada kualitas beras untuk dikonsumsi masyarakat. "Ya jelas layak dikonsumsi karena sebelum dikeluarkan dari gudang bulog, beras sudah dilakukan pengujian terlebih dahulu dengan mengukur kadar prosentasenya," ujarnya.<br /> <br /> Agus juga menjelaskan, untuk menjaga kualitas beras agar tetap terjaga, pihaknya sudah melakukan perawatan meliputi penyemprotan setiap bulannya, dan setiap tiga bulan dilakukan fumigasi. "Fumigasi itu pemberian gas dengan cara ditutup plastik atau diungkep selama tujuh hari. Gas tersebut tentunya aman dan tidak merusak bentuk daripada beras tersebut hanya mematikan hamanya saja," jelasnya.(Beny)</p>

















