Sejumlah warga di Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat, mengeluhkan lambannya pemerintah dalam memperbaiki Jembatan Tirtayasa di Kecamatan Singkawang Tengah, yang kondisinya rusak parah. <p style="text-align: justify;">"Sekarang makin parah, mobil atau bis tidak dapat lewat. Padahal ini adalah jalan utama dari Singkawang menuju Bengkayang dan sebaliknya," kata Wisnu, warga Singkawang Tengah, saat dihubungi di Pontianak, Senin.<br /><br />Kondisi Jembatan Tirtayasa sebelumnya turun di bagian tengah. Jadi semacam melengkung karena tak kuat menahan beban yang lewat.<br /><br />Kemudian pada Sabtu (15/3) malam, terjadi keretakan sehingga jembatan semakin rusak parah. Diperkirakan karena derasnya air yang melewati parit dibawahnya sehingga mempengaruhi struktur jembatan.<br /><br />Jembatan Tirtayasa sendiri tidaknya panjang. Sekitar lima hingga enam meter. Status jembatan berada di ruas jalan provinsi.<br /><br />Minggu dini hari, terjadi kecelakaan di jembatan tersebut. Korbannya Ng Tjhin Fuk, 28, warga Kompleks SD Negeri 5 Sanggau Kulor, Kecamatan Singkawang Timur.<br /><br />Saat kejadian, ia bersama rekannya A Chin hendak pulang ke rumahnya usai bermalam mingguan. Ketika melintasi Jembatan Tirtayasa, sepeda motornya terjungkal karena menghantam badan jembatan yang retak.<br /><br />Ng Tjhin Fuk dibawa ke RSU Harapan Bersama untuk mendapat perawatan.<br /><br />Kasat Lantas Polres Singkawang, AKP Anton Satriadi melalui Kanit Laka Ipda Sunaryo membenarnya adanya kecelakaan di Jembatan Tirtayasa tersebut.<br /><br />Pihak Pemkot Singkawang telah mengirim petugas untuk mengangkut sampah yang tersangkut di Jembatan Tirtayasa tersebut.<br /><br />Sebagian kendaraan pun dialihkan rutenya terutama untuk roda empat keatas, melalui Jalan Nurio. Namun beban maksimal kendaraan yang melewati jalan tersebut seberat 8 ton.<br /><br />Ia pun meminta Pemprov Kalbar untuk segera memperbaiki jembatan itu sesuai ranah kewenangan. <strong>(das/ant)</strong></p>


















