Sejumlah warga menilai perbaikan jalan yang dilakukan oleh pihak kontraktor hanya untuk mencelakakan pengguna jalan. Pasalnya, pengerjaan jalan yang hanya ditimbun batu tersebut membuat beberapa masyarakat tergelincir. <p style="text-align: justify;">Kurnia, warga Jerora yang tergelincir di jalan Oevang Oeray merasa kesal dengan kondisi jalan berbatu. Banyaknya batu yang bertaburan membuat ia harus ekstra hati-hati dalam mengendarai motor.<br /><br />"Ini jalan, dari pada ditaburin batu, mending ditaburin kapas, lembut kalau jatuh. Kalau batu kan sakit, kalau udah gini, saya mau nuntut ke siapa?," tanya Kurnia, Minggu (1/12/2013) kemari.<br /><br />Ajudan, warga jalan Oevang Oeray Kabupaten Sintang mengaku kesal dengan pengerjaan jalan yang menurutnya setengah hati.<br /><br />"Kalau kerjanya setengah-setengah mending tak usah, dari pada hanya buat korban. Batunya bertaburan kemana-mana," ujarnya dengan nada kesal, Minggu (1/12).<br /><br />Ia mengatakan, kondisi jalan yang seperti ini hanya membuat pengguna jalan merasa dirugikan. Pasalnya, jalan berlubang yang ditimbun dengan batu kemudian tak dikerjakan dengan segera hanya menimbulkan celaka bagi yang melewatinya.<br /><br />"Pengerjaan seperti ini mau sampai kapan? Tolong pemerintah jangan hanya bisa diam donk," tukasnya. <strong>(das/Yri)</strong></p>

















