Warga Kuala Behe Landak Korban Puting Beliung

oleh

Seorang warga Kuala Behe, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, meninggal dunia tertimpa dahan pohon saat angin puting beliung menerjang kawasan tersebut pada Senin (27/6) malam, pukul 19.00 WIB. <p style="text-align: justify;">"Akibat bencana ini, menewaskan Ahin (43 tahun) warga Dusun Nyawan. Korban tertimpa dahan kayu durian," kata Camat Kuala Behe, Suparman dihubungi dari Ngabang, ibu kota Kabupaten Landak, Rabu.<br /><br />Menurut Suparman, bencana angin itu meluluhlantakan puluhan tiang listrik hingga tumbang dan satu di antarnya patah. Angin kencang disertai hujan deras dan petir juga merusak puluhan atap rumah warga di Desa Kuala Behe, termasuk gereja GKSI, dan rumah bekas posko calon bupati dan wakil bupati Landak, pasangan Syahdan-Bruno dan Adrianus- Heriadi.<br /><br />Tidak hanya itu, di Dusun Sekamu ada tiga rumah warga dihantam pohon Mentawa, katanya.<br /><br />"Angin puting beliung menerjang mulai daerah Bagak, Nyawan, Sekamu dan daerah-daerah lainnya. Saat ini pun kami bersama Muspika dan tokoh masyarakat setempat masih memotong kayu-kayu yang tumbang menghalangi jalan keluar masuk warga," kata Suparman.<br /><br />Sementara itu tokoh masyarakat Kuala Behe, Cahya Tanus mengatakan kerusakan rumah rata-rata bagian atap jebol dan rumah tertimpa pohon.<br /><br />"Ada atap rumah warga bernama Andut juga terbang terbawa angin badai yang terjadi Senin malam lalu. Belum lagi daerah lain. Kami juga masih mendata," ujarnya.<br /><br />Warga bersama pihak Muspika melakukan pembersihan terhadap puing-puing bagian atap warga.<br /><br />Mantan anggota DPRD Landak itu mengatakan hingga saat ini pihak kecamatan dan perangkat desa masih melakukan pendataan terhadap kerusakan yang ditimbulkan akibat musibah itu.<br /><br />Menurut dia, bencana angin ribut baru pertama kali terjadi di kawasan Kecamatan Kuala Behe itu. <strong>(phs/Ant)</strong></p>