Warga Mantir Ancam Tutup Jalan

oleh

Jalan rusak akibat truk perusahaan, warga desa Manter Kecamatan Sungai Tebelian mengeluhkan keberadaan perusahaan sawit milik Lyman Grup yang beroprasi di wilayah mereka. <p style="text-align: justify;">Pasalnya  sejak beberapa tahun jalan yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat setempat mengalamai kerusakan yang sangat parah.<br /><br />Efendi (36) Warga Manter kecamatan Sungai Tebelian mengatakan  selama ini perusahaan sawit yang beroperesi di wilayah mereka tersebut enggan memperbaiki jalan padahal jalan tersebut merupakan akses satu-satunya yang menghubungkan Manter menuju kota Sintang, Efendi mengancam dalam waktu satu minggu bila tidak ada kejelasan dari pemerintah maupun perusaaan terhadap status jalan ini maka masyarakat setempat akan menutup akses jalan dengan membuat potal.<br /><br />“Khusus mobil perusahaan pembawa sawit akan kami tahan, untuk tidak melewati jalan ini sampai ada kejelasan,” ancam Efendi, beberapa waktu lalu.<br /><br />“Tuntutan kami agar perusahaan kelapa sawit, yang juga memanfaatkan jalan tersebut untuk operasional, turut bertanggung jawab dengan memperbaiki jalan. Tujuannya, agar sama-sama bisa dimanfaatkan untuk keperluan akses ekonomi. Sempat sih ada perhatian dari perusahaan untuk memperbaiki badan jalan yang rusak. Bahkan, ada campur tangan pihak pemerintah daerah. Tetapi, saat sekarang jalan kembali rusak. Tidak terdengar lagi tanggung jawab perusahaan dan campur tangan pemerintah daerah,” keluh Efendi.<br /><br />Hal tersebut, lanjut Efendi, seharusnya jadi perhatian perusahaan, karena apabila jalan rusak itu akan menjadi penghambat bagi masyarakat. Perusahaan Jangan lempar batu sembunyi tangan dong mau enaknya saja tapi sakitnya tidak mau inikan tidak adil.<br /><br />“Seharusnya setiap perusahaan yang masuk harus melihat juga kepentingan masyarakat setempat,” ungkapnya.<br /><br />Efendi yang juga tokoh masyarakat Manter juga sempat melayangkan surat kepada DPRD Sintang tujuannya agar pihak perusahaan, masyarakat dan DPRD bisa duduk satu meja untuk membahas kerusaan jalan tersebut. Namun DPRD Sintang sampai berita ini di turunkan belum ada respon. <strong>(das/Fik)</strong></p>