Warga Marang Kayu Manfaatkan Pasar Desa PNPM

oleh

Warga desa se-Kecamatan Marang Kayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur memanfaatkan pasar desa di Desa Santan Ilir bantuan dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd). <p style="text-align: justify;"><br />"Pasar Desa ini dibangun dari dana PNPM tahun anggaran 2014. Semenjak tuntas, pasar ini sudah langsung digunakan sehingga masyarakat lebih nyaman berbelanja," ujar Fasilitator Kecamatan Marang Kayu, Wariyono di Marang Kayu, Senin.<br /><br />Pembangunan Pasar Desa Santan Ilir dengan panjang 24 meter x 12 meter itu menggunakan dana sebesar Rp287 juta dari Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) PNPM, kemudian dari hasil swadaya masyarakat senilai Rp4,8 juta.<br /><br />Pembangunan pasar itu berada dalam pengawasan Tim Pengelola Kegiatan (TPK) yang diketuai Hasan Basri. Sedangkan penunjukan TPK dilakukan oleh masyarakat berdasarkan rapat Forum Masyarakat Desa.<br /><br />Menurut Hasan Basri yang merupakan warga setempat, semenjak adanya pasar yang dibuka khusus hari Jumat itu, maka para penjual merasa lebih nyaman berjualan karena lokasinya sudah lebih baik, sementara para pengunjung juga lebih betah karena kini tidak becek seperti dulu ketika hujan.<br /><br />"Dulu pasar ini seadanya, penjual hanya menancapkan kayu dan menutup terpal di atasnya sebagai perlindungan panas dan hujan. Jika hujan, tanahnya becek. Pembelinya juga pada pergi karena kehujanan. Tapi sekarang sudah agak permanen dan lantainya bersemen, jadi tidak becek lagi," kata Hasan.<br /><br />Menurut Wariyono, selain Pasar Desa Santan Ilir, pada tahun anggaran 2014 PNPM-MPd juga memberikan alokasi pembangunan Pasar Desa Santan Ulu, karena berdasarkan usulan warga melalui forum warga, desa tersebut juga membutuhkan bantuan pembangunan pasar desa.<br /><br />Pasar Desa Santan Ulu luasnya sama dengan di Desa Santa Ilir dengan biaya dari BLM PNPM senilai Rp319 juta, ditambah dana swadaya masyarakat senilai Rp4,8 juta.<br /><br />Dana sebesar itu digunakan untuk pembangunan fisik senilai Rp303 juta, untuk administrasi di Unit Pengelola Kegiatan senilai Rp6,3 juta, dan yang dimanfaatkan oleh TPK senilai Rp9,5 juta.<br /><br />Selain dua pasar tersebut, lanjut Yono, pada 2014 Kecamatan Marang Kayu mendapat 10 kegiatan lain, yakni pembangunan jalan rabat beton di Desa Prangat Selatan sepanjang 255 meter dengan lebar 3 meter senilai Rp123 juta.<br /><br />Kemudian pembangunan turap jalan Desa Prangat Baru sepanjang 153 meter dengan nilai Rp343,2 juta, turap jalan lanjutan di Desa Santan Tengah sepanjang 200 meter dengan nilai Rp269, 4 juta, perkerasan jalan telford 253×3 meter di Desa Bunga Putih dengan nilai Rp285,4 juta.<br /><br />Pelatihan operator alat berat untuk masyarakat Desa Santan Ulu senilai Rp210,9 juta, pembuatan pintu air irigasi Desa Kersik senilai Rp47 juta, jalan rabat beton 400×4 meter di Desa Semangko senilai Rp327,2 juta, jalan rabat beton Desa Kersik 247×4 meter senilai Rp204, 6 juta.<br /><br />Kemudian Desa Bunga Putih juga mendapat alokasi BLM PNPM senilai Rp236,9 juta untuk pembangunan jalan rabat beton 199×3 meter, dan di Desa Santan Tengah mendapat jatah pengembangan SDM melalui pelatihan operator alat berat dengan biaya Rp149,7 juta. (das/ant)</p>