Warga Masuka Belum Terima LPG Konversi

oleh

Pendistribusian LPG 3 KG sebagai konversi minyak tanah di kabupaten Sintang hingga saat ini belum juga tuntas. Pasalnya hingga saat ini di yakini banyak daerah yang belum mendapatkan tabung gas beserta kompornya tersebut. <p style="text-align: justify;">“Sampai sekarang kami belum dapat tabung gas 3 kilo sama kompornya. Padahal kami ada di dalam kota,”tutur Sugiono, warga Masuka yang ditemui kalimantan-news.com di kawasan pasar Sungai Durian Sintang.<br /><br />Ia mengaku tidak tahu pasti apa penyebab dirinya dan warga Masuka yang masuk dalam kelurahan KapuasKanan Hulu belum juga mendapatkan jatah kompor dan tabung gas konversi tersebut. Menurutnya jika alasannya masalah infrastruktur  hal itu sangat tidak masuk akal.<br /><br />“Kalau daerah pedalaman belum tersalurkan karena masalah geografis ataupun infrastruktur masih masuk akal. Ini wilayah dalam kota, status kelurahan,”tuturnya lagi.<br /><br />Belum jelasnya kapan waktu akan dibagikanya tabung LPG 3 kg keada warga Masuka menurutnya kerap dipertanyakan. Apalagi kelurahan-kelurahan lain sudah mendapatkan pembagian. Meski belum mendapatkan jatah tabung LPG 3 kilo, namun menurutnya keberadaan tabung LPG konversi itu sangat membantu masyarakat. Apalagi kini harga minyak tanah makin mahal dan bahkan susah di cari.<br /><br />“Kayu bakar sudah sulit didapat. Kalau minyak tanah tidak ada, mau tidak mau harus pakai LPG. Tapi kalau LPG juga tidak ada kita mau pakai apa. Karena itu kita sangat menantikan pembagian LPG 3 Kilo Gram itu,” katanya.<br /><br />Hal yang sama juga diungkapkan oleh Yusi, warga Masuka darat.<br /><br />“Kami juga belum ada terima LPG 3 kg, kapan akan dibagi kepada warga kami juga belum tahu,”gerutunya.   <br /><br />Berbeda dengan warga Masuka, Kelurahan Tanjung Puri malah mempertanyakan penyaluran LPG 3 Kilo Gram yang tidak disertai dengan selang kompor gas. “Ada sekitar 140 warga di Gang Perintis 1 dan Perintis 2 yang sudah dapat LPG, tapi belum dapat selang,” ungkap Tan Bahtiar, Warga Alai.  <br /><br />Ia berharap pihak yang bertanggungjawab terhadap pendistribusian tabung LPG di wilyah tempat tinggalnya segera memperhatikan hal tersebut. “Kalau hanya tabung gas, tanpa selang, sama saja bohong. Macam mana menggunakannya. Masak kita harus beli selang, sementara itu subsidi pemerintah,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>