Warga Mengeluhkan Pelayanan BPN Melawi

oleh

Warga mengeluhkan lamanya waktu Bapan Pertanahan Nasional (BPN) dalam menerbitkan pemisahan sertifikat. Hal tersebut membuat warga yang melakukan pemisahan sertifikat bolak balik ke BPN. <p>Seperti yang disampaikan Dedi, seorang warga yang melakukan pemisahan sertifikat. Ia mengatakan, sudah satu bulan lebih sertifikat yang dipisahnya belum juga diterbitkan. Padahal pengajuan pemecahan diajukan bersama-sama pemilik tanah .<br /><br />“Proses pemecahan sertifikat Menurut lampiran II Peraturan Kepala BPN Nomor 1 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan dan Pengaturan Pertanahan, jangka waktu pemecahan sertifikat tanah milik perorangan sekitar 15 hari kerja sejak berkas yang diterima sudah lengkap dan setelah dilakukan pengukuran oleh pihak BPN. Namun yang terjadi sudah sampai sebulan lebih belum juga jadi,” ungkapnya.<br /><br />Terpisah, kepala BPN Melawi, M. Rum mengatakan, pihak BPN Melawi sebetulnya menginginkan pelayanan sesuai aturan, begitu juga dalam hal pemisahan sertifikat ini. Namun hal ini terkendala karena tenaga yang kurang.<br /><br />“Sekarang ini, tenaga yang ada pada ke lapangan. Lihat saja kantor kosong, hanya saya dengan TU saja sisa yang ada di kantor ini. yang lainnya melakukan pengukuran. Terlebih tahun ini kami ditargetkan sebanyak 5000 bidang sertifikat yang harus dikerjakan. Sementara petugas ukur hanya 3 orang saja, nah inilah kendalanya,” kata M Rum ditemui di ruang kerjanya  belum lama ini.<br /><br />Lebih lanjut Rum mengatakan, 3 orang petugas ukur tersebut termasuk kepala seksi kemudian belum lagi yang lainnya tugas ke luar kota. <br /><br />“Saya maunya semua ini tepat waktu, dan jika ada berkas dimeja saya ini, tetap saya tandatangani,” ucapnya.<br /><br />Ketika ditanyai mengenai standar jumlah petugas BPN, Rum mengatakan, semuanya di Kalbar ini tidak ada yang standard, semuanya kekurangan tenaga. di Melawi saja, pegawai honor yang masuk kategori PTT hanya 12 orang. Yang tetapnya 13 orang. <br /><br />“Yang jelas kalau pegawainya hanya 13 orang melayani se Kabupaten Melawi saya rasa masih banyak yang kurang. Cuma kalau kita sampaikan kurang ke Kanwil, percuma. Dimana-mana jumlah pegawai BPN se kalbar Ini kurang. Pegawai se Kalbar ini hanya 576 orang, itu sudah sama pak Kanwil. Inilah yang menjadi kendala kami,” pungkasnya. (KN)</p>