Warga Merarai Keluhkan Listrik Byar Pet

oleh

Listrik byar pet di daerah Merarai Kecamatan Sungai Tebelian menuai kesal masyarakat setempat. Byar pet terjadi bisa dua sampai tiga kali dalam sehari. <p style="text-align: justify;"><br />“Litrik mati sudah seperti langganan. Bisa dikatakan tiap hari ada pemadaman,” ujar Juangga, Warga Desa Merarai Satu Kecamatan Sungai Tebelian, Kamis (7/06/2012). Pria yang juga selaku pengurus adat dayak desa di Merarai ini menceritakan bila listrik mati kerap kali menjelang malam hari. Bahkan pernah belum lama ini listrik mati total selama sekitar tiga hari.<br /> <br />“Biasanya sekitar pukul 17.00 mati, udah itu pukul 18.00 hidup lagi. Nanti jam 22.00 mati, hidupnya lagi dini hari. Pokoknya, malam harilah. Kalau siang jarang,” bebernya. Juangga berharap pelayanan PLN dapat lebih baik, mengingat listrik merupakan penerangan utama masyarakat, khususnya masyarakat Merarai pada malam hari. “Banyak kebutuhan kita sehari-hari tergantung dengan listrik. Kalau sedikit-sedikit mati, tentu sangat mengganggu,” <br />terangnya.<br /><br />Hal senada disampaikan Kepala Desa Merarai Dua, Yohanes Yusli. Diutarakannya bahwa pelayanan listrik dari pihak PLN kerap membuat kesal, apa lagi pemadaman itu terjadi disaat masyarakat membutuhkan penerangan. “Kita selaku konsumen diminta tepat waktu membayar tagihan listrik, sementara pelayanan PLN itu sendiri belum bisa memuasakan.<br /><br />Harusnya, imbanglah. Kalau mau konsumen tertib bayar listrik, pelayanan juga harus lebih baik,” pintanya.<br />Berbicara soal gangguan, menurut Yohanes, cukup banyak sudah tanam tumbuh warga yang direlakan dipangkas agar tidak mengganggu jaringan. Namun demikian anehnya, penyakit listrik mati masih saja terus terjadi. “Kita minta hal seperti ini segera diatasi. Jangan sampai listrik mati menjadi modus untuk mencari keuntungan pihak-pihak tertentu saja,” sindirnya. <strong>(ast)</strong></p>