Warga Nunukan Antre Minyak Tanah

oleh

Warga di Kabupaten Nunukan Kalimantan Timur mengantre minyak tanah di agen-agen setiap jatah tiba karena hanya dapat diperoleh dua kali sebulan. <p style="text-align: justify;">Kelangkaan minyak tanah di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia tersebut sudah berlangsung sejak dahulu dan belum pernah ditemukan solusinya hingga sekarang, kata sejumlah warga yang mengantre di salah satu agen minyak tanah di Pasar Baru Kabupaten Nunukan, Sabtu.<br /><br />Menurut warga, apabila minyak tanah tersedia di tingkat agen setiap warga hanya diberikan paling banyak 20 liter dengan alasan stok yang diberikan kepada agen jumlahnya terbatas yaitu 200 liter sehingga harus dibagi-bagi kepada warga lainnya.<br /><br />"Karena stok kurang di tingkat agen, makanya setiap ada jatah minyak tanah dari distributor pasti warga selalu mengantre," kata warga tersebut.<br /><br />Kelangkaan minyak tanah di Kabupaten Nunukan sebenarnya tidak perlu terjadi, karena jatah untuk Kabupaten Nunukan sudah melalui kalkulasi yang matang dari pihak PT Pertamina, kata Kepala Bidang Migas Dinas Pertambangan, Energi dan SDM Kabupaten Nunukan, Purwo Hari di Nunukan, Sabtu.<br /><br />Ia mengatakan, selama ini Kabupaten Nunukan mendapatkan jatah minyak tanah sebanyak 1.229 kilo liter dengan dua kali suplai setiap bulan kepada distributor.<br /><br />Jatah tersebut dinilai masih mencukupi, lanjut Purwo sebab masyarakat di Kabupaten Nunukan pada umumnya menggunakan gas elfiji untuk memasak ditambah lagi sebagian masyarakat khususnya di pelosok masih banyak yang menggunakan kayu untuk memasak.<br /><br />Oleh karena itu, hitung-hitungannya semestinya minyak tanah tidak sewajarnya langka di Kabupaten Nunukan apabila mengacu pada jumlah jatah setiap bulannya, katanya. <strong>(das/ant)</strong></p>