Warga Paser Minta DPRD Setujui Pemekaran

oleh

Perwakilan warga dari wilayah Paser Tengah meminta DPRD Kalimantan Timur menyetujui pemekaran daerahnya dari Kabupaten Paser, seperti halnya Berau Pesisir Selatan yang telah mendapatkan persetujuan sebagai hasil pemekaran Kabupaten Berau. <p style="text-align: justify;">Ketua DPRD Kaltim HM Mukmin Faisyal, Selasa (18/12), mengatakan, permintaan tersebut disampaikan warga saat dirinya reses dan bertemu dengan warga Kelurahan Kuaro, Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser.<br /><br />"DPRD Kaltim tentu akan mempertimbangkannya, yang penting seluruh persyaratan harus dipenuhi. Asalkan seluruh dokumen administrasinya lengkap dan berdasarkan rekomendasi Komisi I layak, pasti DPRD Kaltim dapat menyetujuinya," katanya.<br /><br />Perwakilan warga Paser Tengah yang berasal dari Kecamatan Long Kali, Long Ikis, Kuaro, Batu Kajang dan Muara Komam hadir dalam pertemuan tersebut.<br /><br />Menurut mereka, keinginan memekarkan diri dari Kabupaten Paser semata untuk mendekatkan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat dan meningkatkan pembangunan di segala bidang.<br /><br />Selain aspirasi soal Paser Tengah, kalangan petani menyampaikan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit saat ini anjlok akibat kurangnya pabrik pengolah CPO di wilayah tersebut.<br /><br />Adanya sistem lokal menyebabkan petani bukan lokal terpaksa menjual hasil pertanian mereka kepada tengkulak dengan harga sangat rendah.<br /><br />Untuk itu, para petani sawit berharap ada solusi dari pemerintah terhadap permasalahan itu, sehingga mereka tidak semakin menderita.<br /><br />Masyarakat juga menyampaikan pembangunan jalan dua jalur menggunakan material kualitas rendah. Hendaknya hal ini menjadi perhatian serius pemerintah, mengingat pembangunannya menggunakan uang pajak dari masyarakat.<br /><br />"Masyarakat Kuaro juga mengungkapkan, pembangunan parit di wilayah tersebut dinilai kecil dan disinyalir sebagai salah satu penyebab banjir ketika curah hujan tinggi," kata Ketua DPD Partai Golkar Kaltim kelahiran Sinjai, 13 Juni 1950 itu.<br /><br />Sementara perwakilan guru swasta di Kuaro khususnya, mengharapkan ada peningkatan kesejahteraan dengan cara peningkatan insentif bagi mereka. Selama ini insentif bagi guru swasta masih sangat rendah. Sedangkan para guru honor mengharapkan dapat diangkat menjadi PNS.<br /><br />Menurut Mukmin, pada acara reses di Jalan Sepakat RT 46 dan 47, Kelurahan Manggar, Balikpapan Timur, masyarakat mengharapkan adanya peningkatan jalan setempat, karena kondisinya saat ini rusak parah. Warga juga meminta diperjuangkan sarana air bersih di Gang Sepakat dan Gang Bidal, karena belum dapat dinikmati secara merata.<br /><br />Aspirasi lainnya, katanya, kondisi drainase yang ada sangat sempit dan dangkal, sehingga perlu perhatian pemerintah agar dapat dilebarkan. Masyarakat berharap agar di wilayah ini dibangun irigasi, sebagai dukungan konkrit terhadap pertanian dalam arti luas.<br /><br />Sedangkan pada reses di Kelurahan Baru Ulu, Kecamatan Balikpapan Barat, masyarakat mengharapkan pembenahan infrastruktur jalan, penanganan krisis air bersih dan kualitas air bersih yang jelek, fasilitas pendukung gedung balai pertemuan berupa air bersih dan listrik.<br /><br />Selain itu, bantuan keuangan provinsi untuk perbaikan jalan lingkungan, masalah pembebasan lahan Inhutani untuk pembangunan jalan di samping Kantor Kelurahan Baru Ulu, pembangunan fasilitas bagi pejalan kaki di Jembatan Kariangau, perbaikan gorong-gorong yang buntu, persoalan air bersih warga RT 53 dan harapan agar pemerintah mendirikan Akademi Pelayaran di Kota Balikpapan.<br /><br />Sementara pada reses di Kelurahan Sesulu, Kecamatan Waru, Kabupaten PPU warga setempat menyampaikan aspirasi agar pemerintah Kabupaten PPU dan Pemprov mendukung pengembangan dan promosi Desa Obyek Wisata Sesulu.<br /><br />Masyarakat juga mengharapkan bantuan penerangan listrik yang memadai, alat tangkap ikan bagi nelayan setempat dan pencegahan erosi di dermaga pembongkaran ikan Kelurahan Sesulu.<br /><br />"Seluruh warga yang hadir juga mengharapkan anggota DPRD Provinsi maupun Kabupaten PPU, sering turun ke lapangan melihat kondisi riil dan permasalahan warga. Selain itu, para guru melalui perwakilannya mengharapkan ada peningkatan kesejahteraan dan warga meminta pelebaran parit agar mampu mengalirkan air pada curah hujan tinggi," tegas Mukmin. <strong>(das/ant)</strong></p>