Warga Pedalaman Murung Raya Terancam Kelaparan

oleh

Warga Desa Tumbang Tohan Kecamatan Seribu Riam di pedalaman Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah terancam kelaparan akibat gagal panen padi ladang musim tanam Oktober-Maret 2010/2011. <p style="text-align: justify;">"Saat ini sebagian besar masyarakat di desa kami kesulitan pangan akibat gagal panen padi karena perubahan cuaca (anomali), sehingga berdampak pada makanan sehari-hari," kata Kepala Desa Tumbang Tohan Kecamatan Seribu Riam, Tunjung kepada wartawan ketika berada di Puruk Cahu, Sabtu.<br /><br />Menurut Tunjung, selama ini masyarakat yang berada di desa paling pedalaman Kabupaten Murung Raya yang mata pencarian sebagai berladang itu kesulitan selain tidak bisa menjual hasil pertanian juga kesulitan membeli beras.<br /><br />Meski ada yang berprofesi mencari sawarng burung walet di goa dan kayu gaharu di wilayah hutan kabupaten paling utara Kalteng ini, kata dia, usaha itu sudah tidak bisa diharapkan lagi karena mulai berkurang.<br /><br />"Kondisi ini sudah kami laporkan kepada Wakil Bupati Murung Raya, Nuryakin saat melakukan kunjungan kerja ke desa kami pekan lalu," katanya.<br /><br />Dia mengatakan, kondisi ini diperparah dengan jauhnya desa tersebut dari Puruk Cahu ibukota Kabupaten Murung Raya sehingga harga sembako sangat mahal misalnya harga beras kualitas sedang mencapai Rp650.000 per karung (berat 25 kilogram) karena sulitannya tranportasi menuju desa pedalaman dan terisolasi serta minimnya transportasi tersebut.<br /><br />Untuk bertahan hidup, katanya, warga menanam singkong untuk makan sehari-hari. Namun tanaman tersebut tidak bisa diharapkan karena banyaknya babi hutan yang merusak kebun masyarakat.<br /><br />"Kami mengharapkan bantuan pemerintah berupa beras dan bahan makanan lainnya yang sangat dibutuhkan masyarakat," katanya. <br /><br /><br /><br />Mahal angkutan<br /><br />Sementara Wakil Bupati Murung Raya, Nuryakin mengakui selain Desa Tumbang Tohan dan desa lainnya yang berada di wilayah paling pedalaman Kabupaten Murung Raya warga kesulitan pangan akibat gagal panen.<br /><br />"Saat ini pemerintah daerah sedang mendata warga yang mengalami gagal panen dan dalam waktu dekat akan menyalurkan bantuan berupa bibit dan beras kepada masyarakat," katanya.<br /><br />Nuryakin mengakui transportasi menuju sejumlah desa pedalaman terutama Desa Tumbang Tohan cukup sulit dan minim angkutan yakni untuk menjangkau desa terakhir di wilayah Kecamatan Seribu Riam yang berada di pedalaman Sungai Muara Joloi (anak Sungai Barito) ini transportasinya cukup sulit dan mahal bisa mencapai jutaan rupiah.<br /><br />Warga harus menggunakan jasa taksi kapal cepat (speedboat) dari Puruk Cahu ke Desa Teluk Joloi Kecamatan Sumber Barito dengan jarak tempuh sekitar empat jam, meski ada angkutan murah menggunakan perahu bermotor (kelotok) namun bisa mencapai 12 jam itu hanya sampai Desa Teluk Joloi yang merupakan desa transit menuju desa pedalaman lainnya.<br /><br />Kemudian dari Desa Teluk Joloi menggunakan jasa angkutan jalan darat menggunakan mobil "dobel gardan" melalui jalan perusahaan hak pengusahan hutan (HPH) sekitar 60 kilometer lebih hingga `kamp B` atau Dusun Tabulus wilayah Desa Tumbang Naan Kecamatan Seribu Riam.<br /><br />Selanjutnya dari kamp B dengan angkutan kelotok sekitar dua jam perjalanan menuju ke Desa Tumbang Naan, dari desa tersebut dilanjutkan kembali menyusuri hulu Sungai Joloi ke Desa Tumbang Tohan yang juga menggunakan jasa kelotok carteran sekitar Rp1,5 juta (kapasitas delapan orang) dengan jarak tempuh sekitar dua jam. <br /><br />Transportasi menuju desa itu juga bisa dijangkau menggunakan angkutan udara dengan ikut pesawat capung (mendarat di air) berpenumpang empat orang milik yayasan keagamaan (misionaris) yang bisa mengangkut penumpang umum dengan tarif Rp550.000 per orang setiap Senin (satu pekan sekali) dari Puruk Cahu ke Desa Tumbang Naan dilanjutkan naik kelotok carteran hingga sampai Desa Tumbang Tohan.<br /><br />"Memang sejumlah desa di pedalaman ini selalu mengalami krisis pangan mahalnya harga sembako itu sering karena jauhnya transportasi ke sana," katanya. <strong>(das/ant)</strong></p>