Warga Perbatasan Dilatih Tuangkan Kisah Dalam Blog

oleh

Sejumlah "blogger" dan wartawan di Kalimantan Barat menggagas program Border Blogger Movement (BBM) yang diperuntukkan bagi warga perbatasan guna menggali berbagai kisah di wilayah terpencil itu. <p style="text-align: justify;">Manajer Program BBM, AA Mering, di Pontianak, Kamis mengatakan, program tersebut diberikan dalam bentuk beasiswa namun tidak dalam bentuk pemberian dana.<br /><br />"Beasiswa ini kami berikan dalam bentuk bantuan fasilitas modem dan pulsa gratis, mencetak buku tentang perbatasan, peningkatan kapasitas berupa kursus menulis, memotret, weblog, sosial media, secara offline maupun online. Selain itu juga memberi penghargaan bagi blogger terbaik dari perbatasan," ujar Mering.<br /><br />Ia melanjutkan, Program BBM merupakan hasil kerja sama antara Ford Foundation melalui Cipta Media Bersama.<br /><br />Ia berharap, pelatihan yang digelar secara gratis bagi setiap peserta akan mampu mengangkat berbagai persoalan sederhana namun penting dan menarik yang terjadi di wilayah perbatasan.<br /><br />"Dan tentu saja, bisa dipublikasikan secara luas melalui blog," kata dia.<br /><br />Ia menambahkan, dalam kurun waktu lima bulan dari periode program ini, para peserta wajib menayangkan kisah-kisah, foto-foto, video, dan aneka peristiwa yang terjadi di perbatasan, ke blog masing-masing.<br /><br />Mering mengatakan, ada impian bahwa dalam beberapa bulan ke depan, tersedia referensi yang riil tentang perbatasan yang bisa diakses semua orang melalui internet.<br /><br />"Tentu bukan kisah-kisah bombastis, tetapi yang bersifat human interest dan bahkan terlewatkan oleh para bapak-ibu pejabat yang hanya berkunjung dalam kerangka formalitas belaka ke beranda yang terlupakan ini," kata Mering.<br /><br />Ia mengatakan, peserta program tersebut khusus bagi warga potensial yang berasal dari lima kabupaten di Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Malaysia.<br /><br />Sebagai langkah awal, proses sosialisasi telah dilakukan dengan Himpunan Mahasiswa Perbatasan Sekayam di Pontianak, Selasa (24/1).<br /><br />Ketua Himpunan Mahasiswa Perbatasan Sekayam, Yana mengungkapkan, Program BBM memberi kesempatan bagi dia dan anggotanya untuk semakin menambah ilmu.<br /><br />Tim Program BBM sendiri akan memulai kegiatan perdana di Sanggau Ledo pada 28-29 Januari, bersama sejumlah peserta.<br /><br />Pelatihan akan digelar secara bergiliran di kabupaten-kabupaten lainnya yang berada di kawasan perbatasan antara Kalbar dengan Sarawak, Malaysia Timur.<br /><br />Sementara bagi warga yang berminat dapat menghubungi email: borderblogger@mail.com.<br /><br />Kriteria yang ditetapkan tim untuk calon peserta, berusia minimal 17 tahun atau sudah pernah menikah, bukan PNS, bisa mengoperasikan komputer dan telepon selular, serta lebih disukai yang memiliki komputer atau laptop sendiri dan memiliki ketertarikan terhadap dunia tulis-menulis. <strong>(phs/Ant)</strong></p>