Warga Perbatasan Kesulitan Dapat Air Bersih

oleh

Warga Perbatasan di Kabupaten Kapuas Hulu tepatnya di Kecamatan Badau saat ini kesulitan mendapatkan air bersih,hal ini diungkapkan Agustinus salah satu warga Badau ketika dihubungi via seluler, Rabu (13/06/2012). <p style="text-align: justify;">Dikatakan Agustinus, bahwa kondisi tersebut sudah satu minggu air PDAM tidak mengalir, untuk mendapatkan air bersih terpaksa warga harus mengambil air kesalah satu sungai yang jaraknya cukup jauh dari Badau,sedangkan air sungai yang ada di Badau tersebu tidak layak digunakan masyarakat.<br /><br />"Air ini kebutuhan masyarakat terutama untuk air minum dan untuk mandi, Kami berharap Pemerintah segera memperhatikan kondisi yang terjdi dimasyarakat ini, apalagi Kita ini berbatasan langsung dengan Malaysia,"ucapnya.<br /><br />Menanggapi kondisi tersebut, Sahbandi,selaku  Ketua Penanggung Jawab PDAM Kecamatan Badau mengatakan bahwa saat ini debit air sungai sedikit. Terutama dari aliran air dari Bukit Badau menuju bak penampungan sejauh 17 Km.<br /><br />"Ini disebabkan oleh musim kemarau, jadi mengakibatkan debit air sedikit, sehingga air PDAM tidak ngalir,"katanya.<br /><br />Sementara itu, Direktur PDAM Kabupaten Kapuas Hulu Emanuel Haraan Riyanto juga  mengakui kondisi yang terjadi di Kecamatan Badau yang kesulitan mendapatkan air bersih, hal tersebut terjadi karena kondisi alam musim kemarau.<br /><br />"Saya sudah dapat laporan dari Shabandi yang menyampaikan kondisi tersebut Kita juga sudah memberikan petunjuk alternatif dengan mencari sumber air lain," jelasnya.<br /><br />Dikatakan Emanuel, musim kemarau merupakan suatu kendala yang dihadapi PDAM,bahkan hal tersebut terjadi dimana-mana. Untuk itu Emanuel merencanakan akan mengadakan rapat interen jika memang memungkinkan dirinya akan turun langsung melihat kondisi yang terjadi di Kecamatan Badau.<br /><br />"Memang ini kendala Kita dan mudah-mudahan salah satu alterntif Kita bisa mengatasi kondisi air di Badau, jika memang tidak bisa kemungkinan Kita akan turun langsung ke Badau, dan seharusnya kedepan mesti ada sumber air dari sungai yang lain lagi, kita berharap masyarakat juga memahami kondisi alam Kita saat ini, dan kita akan berupaya memberikan pelayanan terbaik,"tandasnya.<strong>(phs)</strong></p>