Warga Perbatasan Masih Gunakan BBM Dari Malaysia

oleh
oleh

Warga perbatasan di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur, masih banyak yang menggunakan BBM (Bahan Bakar Minyak) khususnya premium dari Malaysia. <p style="text-align: justify;">"Kelangkaan BBM yang terjadi di berbagai daerah tidak terlalu berdampak di Pulau Sebatik sebab banyak BBM dari Malaysia yang dijual di sini," kata Camat Pulau Sebatik Barat, Burhanuddin, dihubungi dari Samarinda, Senin sore.<br /><br />Harga premium dari Malaysia yang banyak dijual di Pulau Sebatik kata Burhanuddin yakni Rp6.000 hingga Rp7.000 per botol.<br /><br />"Harga yang sama juga berlaku untuk premium dari Pertamina. Bahkan, peredaran bensin dari negera tetangga itu lebih banyak dibanding bensin lokal dan sudah berlangsung selama bertahun-tahun," kata Burhanuddin.<br /><br />Di Pulau Sebatik, kata dia, hanya terdapat satu Agen Premium dan Minyak Solar (APMS).<br /><br />"Hanya ada satu APMS di Pulau Sebatik yakni di Kecamatan Sebatik Tengah saja, itupun stoknya terbatas karena jalur distribusi dari Kabupaten Nunukan sangat kecil . Sementara, bensin dari Malaysia lebih mudah diperoleh karena banyak dijual secara eceran," katanya.<br /><br />"Kecamatan Sebatik Barat yang berpenduduk 6.774 jiwa berhubungan darat langsung dengan Malaysia dan hanya ditempuh selama 15 menit jika menggunakan speedboat," ungkap Burhanuddin.<br /><br />Salah seorang warga Kabupaten Nunukan, Fahrulrozy, mengatakan, warga di wilayah Haji Kuning dan Sungai Nyamuk, Pulau Sebatik umumnya menggunakan bensin dari Malaysia.<br /><br />"Bensin dari Malaysia lebih mudah didapatkan dibanding lokal dan harganya juga tidak jauh berbeda. Bahkan, di Kabupaten Nunukan sendiri banyak dijual bensin dari Malaysia," ungkap Fahrulrozy.<br /><br />Bensin dari Malaysia yang dijual di Pulau Sebatik, kata Fahrulrozy, biasanya dibawa oleh pengemudi speedboat.<br /><br />"Bensin itu dibawa oleh motoris speedboat yang setiap hari pergi ke Tawau, Malaysia untuk digunakan sendiri. Namun selebihnya dijual eceran. Saya sendiri sering membeli bensin yang harganya berkisar Rp10.00 per botol tersebut daripada harus mengantre di APMS apalagi saat ini sering kehabisan stok," kata Fahrurozy.<br /><br />Kualitas bensin dari Malaysia itu juga jauh lebih baik dibanding bensin lokal, katanya.<br /><br />"Ada tiga warna bensin dari Malaysia yang dijual di Sebatik yakni biru, hijau dan kuning. Jika kita celupkan tangan ke bensin dari Malayasia itu langsung kering sehingga kualitasnya jauh lebih baik dibanding bensin kita sendiri bahkan lebih baik dibanding Pertamax," ungkap Fahrulrozy yang mengaku sering bolak-balik ke beberapa perkampungan di Pulau Sebatik. <strong>(das/ant)</strong></p>