Warga Pertanyakan Proyek Normalisasi di Sungai Kemawan

oleh

Proyek normalisasi Sungai Kemawan, KM 07 jalan Merdeka Timur Desa Mungguk sempat dipertanyakan. <p style="text-align: justify;">Salah seorang warga yang enggan identitasnya dipublikasikan mengatakan, warga sejatinya mengapresiasi pemerintah daerah karena telah memperhatikan kepentingan masyarakat sekitar. <br /><br />Normalisasi tersebut merupakan upaya waspada dini untuk mengantisipasi bahaya luapan air sepanjang sungai bila musim penghujan datang. Namun, yang menjadi pertayaan warga adalah proses pengerjaan fisik di lapangan.<br /><br />"Terimakasih pada pemerintah daerah sudah memperhatikan daerah kita, hanya saja proses kerja kita tidak tau kenapa di sekitar jalan raya menggunakan alat berat, tapi di bagian ujung jauh ke dalam sungai daerah perhukuan hanya dibersihkan secara manual (cangkul) dan alat seadanya, kan tidak maksimal. Kita tidak tahu apakah memang seperti itu spesifikasi pekerjaannya, " ungkapnya, Selasa (18/10).<br /><br />Ia menambahkan, jika di lihat dari papan plang proyek, kegiatan tersebut menelan biaya mencapai ratusan juta rupiah.  Namun, nilai tersebut dinilai tidak sebanding dengan cara kerja di lapangan.<br /><br />"Selain itu tanah, pasir kerokan juga tidak diangkut, dan hanya di tumpukan di sekitar sungai. Kita khawatir musim hujan dan air pasang seperti sekarang tumpukan tersebut menunutupi sungai lagi, kan bisa sumbat," ucapnya.<br /><br />Untuk itu, lanjutnya, konsultan maupun inspektorat mesti melakukan pemeriksaan secara seksama terhadap perkerjaan tersebut.<br /><br />Sementara itu, Kepala Dinas Perkerjaan Umum dan Pertambangan Kabupaten Sekadau melalui   Kabid Sumberdaya Air,  ZAD Manggung saat di temuai awak media di ruang kerjanya enggan banyak berkomentar.<br /><br />"Normalisai sungai itu, berdasarkan kontrak nilainya 199 juta rupiah. Yang kerja orang dari Mahap, pembayaran sesuai volume perkerjaan," jawabnya singkat. (KN)</p>