Warga Pesisir Butuh Sarana Sanitasi Sehat

oleh

Hampir di sebagian besar kawasan pesisir, sarana berupa jamban atau mandi, cuci, kakus (MCK) menjadi sarana utama untuk melakukan aktivitas sanitasi. <p style="text-align: justify;">Biasanya kakus-kakus ini dibangun diatas lanting kayu. Salah satu wilayah yang masih mengandalkan MCK adalah kawasan dusun semaong<br /><br />“Di wilayah kami, khususnya di kawasan pesisir memang masih banyak warga yang mengandalkan MCK,” ungkap Iskandar,salah satu warga dusun semaong,Kamis (19/11).<br /><br />Hampir di setiap lanting di sungai terdapat kakus. Pola sanitasi dengan kakus sungai cenderung kurang cocok dengan budaya hidup sehat.Sayangnya, untuk mengubah budaya ini relatif sulit. Sebab, warga sudah terbiasa dengan mengandalkan kakus sebagai saran sanitasi utama. <br /><br />Agar pola sanitasi masyarakat pesisir kedepan lebih ramah lingkungan dan tak lagi mengandalkan jamban, perlu penyediaan sarana sanitasi khusus bagi masyarakat di pesisir sungai. Jika sarana sudah disediakan, maka pekerjaan berikutnya akan lebih mudah, yakni tinggal menggerakkan masyarakat untuk membudayakan bersanitasi sehat.<br /><br />“Jika sarana khusus MCK disediakan di tengah pemukiman penduduk, kami yakin perlahan kebiasaan masyarakat buang air besar di sungai bisa berubah sedikit demi sedikit,” ucap Iskandar.<br /><br />Pihaknya, lanjut Iskandar, telah melayangkan usulan kepada Pemkab Sekadau agar di wilayah dusun semaong  dibangun sarana MCK. Usulan dalam bentuk proposal itu sudah disampaikan pada triwulan ketiga tahun 2015 lalu.<br /><br />Menurut Iskandar, mengupayakan agar masyarakat membiasakan diri dengan pola hidup sehat merupakan langkah yang cukup penting. Apalagi, sungai-sungai tempat kakus dibangun rata-rata merupakan sumber air utama bagi masyarakat setempat. Karena itu, ia berharap usulan pembangunan sarana sanitasi sehat dapat dikabulkan oleh pemerintah daerah.<br /><br />“Kami berharap usulan kami bisa diakomodir,” tuturnya.[KN]</p>