Warga Protes Antrean Kendaraan di SPBU AKR Terkesan Semarut

oleh

Antrean kendaraan yang hendak mengisi BBM di SPBU AKR, jalan Sekadau-Sintang, Dusun Entada selalu ramai setiap harinya. <p>Kendaraan milik para pengantri bahkan meluber di sepanjang tepian jalan raya. Parahnya, antrian itu tidak teratur dan mengganggu pengguna jalan.<br /><br />Salah seorang warga Sekadau, Arni Lintang, mengaku gerah dengan antrian di SPBU AKR yang tak beraturan. Ia bahkan nyaris bertabrakan dengan salah satu kendaraan pengantri saat melintas di kawasan tersebut.<br /><br />“Kemarin saya lewat hampir bersenggolan dengan salah satu truk. Beruntung saya bisa mengelak sehingga tidak terjadi apa-apa. Waktu itu saya bawa anak istri pula,” kisah Arni.<br /><br />Ia menceritakan, saat melintas di kawasan SPBU AKR, kecepatan sepeda motor yang dikendarainya standar. Ia sudah waspada karena kawasan itu memang selalu ramai disesaki kendaraan pengantri. Namun, ketika sedang lewat di kawasan itu, tiba-tiba salah satu kendaraan pengantri mendadak keluar dan nyaris bersenggolan dengan sepeda motor yang dikendarainya.<br /><br />“Saya sudah sering lewat situ, jadi saya hafal kalau disitu memang selalu ramai. Kemarin juga saya bawa motor pelan-pelan. Tiba-tiba saja kendaraan pengantri nongol ke jalan dan nyaris menghantam sepeda motor saya,” tuturnya.<br /><br />Menurut Arni, ia tidak mempermasalahkan panjangnya antrian di SPBU tersebut karena SPBU memang melayani kepentingan masyarakat umum. Namun, setidaknya pengelola SPBU memperhatikan aspek kenyamanan dan keselamatan lalu lintas di areal itu.<br /><br />“Setidaknya pengelola SPBU mengatur antrian supaya tertib dan tidak mengganggu lalu lintas. Di SPBU lain saya lihat tidak sesemrawut itu. Bagaimana kalau terjadi kecelakaan, apa pengelola SPBU mau bertanggungjawab,” celotehnya.<br /><br />Dikonfirmasi terpisah, Kabag Operasi Polres Sekadau, Kompol Ricky Renerika Rianto menjelaskan, pihak kepolisian telah berkali-kali menertibkan antrian di kawasan SPBU AKR agar jangan sampai mengganggu arus lalu lintas. Namun, pihak kepolisian juga tidak mungkin memonitor kawasan tersebut setiap harinya.<br /><br />“Kami sudah mewarning agar antrian jangan sampai masuk ke badan jalan dan mengganggu lalu lintas. Tetapi, perihal adanya keluhan antrian disitu mengganggu lalu lintas, saya kira kami tidak mungkin nongkrongin SPBU setiap hari. Mungkin antriannya yang bengal,” jawab Ricky.<br /><br />Selain faktor antrian yang diakui memang selalu ramai, Ricky menyebutkan daerah tersebut relatif cukup rawan kecelakaan karena badan jalan yang sempit serta berada tepat di tikungan. Lagipula, rata-rata kendaraan yang mengantri di SPBU AKR kendaraan jenis truck.<br /><br />“Disitu memang jalannya sempit, pas tikungan pula. Jadi harus ekstra hati-hati. Apalagi yang ngantri mayoritas kendaraan ekspedisi yang ukurannya besar-besar. Tapi kami sudah berupaya menertibkan,” sambung Ricky.<br /><br />Demi kenyamanan semua pihak, termasuk pengguna jalan dan para pengantri, Ricky meminta pengelola SPBU AKR untuk ikut berpartisipasi menata antrian agar tertib dan tidak semrawut.<br />“Tolong pengelola SPBU bantu-bantu tertibkan lah antrian di kawasan itu,” pintanya. (Mto/kn)</p>