Warga Sandera Lima Tongkang Batu Bara

oleh

Puluhan warga Desa Kabuau, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah menahan sedikitnya lima tongkang bermuatan hasil tambang batu bara. <p style="text-align: justify;"><br />"Tongkang tersebut kami tahan karena pihak perusahaan kurang peduli terhadap warga desa," kata salah seorang tokoh masyarakat Desa Kabuau, Ruslan kepada wartawan di Sampit, Selasa.<br /><br />Lima tongkang bermuatan hasil tambang batu bara tersebut diketahui milik PT Bumi Makmur Waskita (BMW), dengan kontraktor PT Wahyu Multi Garuda Kencana (WMGK).<br /><br />Ruslan mengungkapkan, selain tidak peduli terhadap warga desa, aktivitas tongkang juga telah membuat aliran sungai Tualan keruh.<br /><br />Akibat keruhnya sungai Tualan itu warga Desa Tualan dalam beberapa bulan terakhir kesulitan mendapatkan air bersih.<br /><br />"Kami ingin pihak perusahaan membantu warga dengan menyediakan air bersih, sebab sejak tongkang pengangkut batubara itu beraktivitas kami kesulitan mendapatkan air bersih," terangnya.<br /><br />Ruslan bersama warga desa mengaku akan menahan tongkang tersebut, jika pihak perusahaan tidak membantu warga.<br /><br />"Selama pihak perusahaan tidak membantu kami mendapatkan air bersih maka tongkang itu akan tetap kami tahan, bahkan tidak menutup kemungkinan akan kami tenggelamkan ke sungai," katanya.<br /><br />Sementara itu, Asisten II Pemkab Kotim, Halikinoor mengatakan sampai saat ini pemerintah daerah belum mengetahui jika tambang batu bara di wilayah Kecamatan Parenggean itu sudah mulai aktivitasnya hingga pengiriman hasil tambang.<br /><br />"Saya tidak tau kalau tambang batu bara itu sudah melakukan aktivitas, mungkin lebih jelasnya konfirmasi ke Dinas Pertambangan dan Energi," ucapnya. (das/ant)</p>