Warga "Serbu" Objek Wisata Kum-Kum Palangka Raya

oleh

Ribuan warga masyarakat di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah, Palangka Raya, dan sekitarnya "menyerbu" objek wisata alam Kum-Kum yang menyuguhkan suasana alami di dekat Sungai Kahayan. <p style="text-align: justify;">Seorang petugas loket di pintu masuk objek wisata Kum-Kum, Herman, Selasa, menyebutkan jumlah pengunjung pada hari pertama dan kedua Lebaran 1433 Hijriah jauh lebih ramai dibandingkan hari-hari biasa.<br /><br />"Jumlah warga yang berkunjung ke sini pada hari libur lebaran mencapai 2.500-3.000 orang setiap hari dan ini jauh lebih banyak dibandingkan hari-hari biasa. Kalau libur biasa dikunjungi sekitar 1.500 orang, tapi liburan seperti ini banyak," katanya.<br /><br />Objek wisata Kum-um menyuguhkan aneka jenis binatang sungai seperti buaya, binatang rimba monyet dan burung langka serta beberapa jenis binatang lainnya. Warga bersama keluarga terlihat asyik bercanda ria dengan binatang yang ada di dalam sangkar tersebut.<br /><br />Pengunjung juga mencoba mengganggu seekor buaya berbadan lebar yang diperkirakan memiliki panjang lebih dua meter. Binatang itu menarik perhatian pengunjung yang berusaha melempar makanan, namun buaya tetap diam dan tidak bergerak dari tidurnya.<br /><br />Lokasi objek wisata Kum-Kum yang tidak jauh dari pusat Kota Palangka Raya. Lokasi objek wisata itu berada di seberang Sungai Kahayan yang melintasi Kota Palangka Raya.<br /><br />Untuk mencapai lokasi tersebut, masyarakat yang tinggal di ibu kota provinsi yang dijuluki "Bumi Tambun Bungai dan Bumi Pancasila" itu, harus melintasi Jembatan Kahayan yang termasuk dalam sepuluh jembatan terpanjang di Indonesia.<br /><br />Sementara itu, warga lainnya menikmati waktu lbr mereka mengunjungi objek wisata lainnya, seperti Batu Banama di Kecamatan Tangkiling, Kebun Binatang Arburetum serta Pantai Gaul Tahai. Semua objek wisata ini sebetulnya potensial dan perlu dikembangkan hingga lebih menarik pengunjung.<br /><br />Pantai gaul juga banyak dikunjungi warga saat libur seperti ini, karena tidak terlalu jauh dari pusat kota, apalagi tersedia berbagai sarana bermain dan warung makanan. <strong>(das/ant)</strong></p>