Warga Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan, menggelar demonstrasi terhadap perusahaan gas PT Barito Basin Gas yang siap beroperasi di kecamatan itu, Jumat. <p style="text-align: justify;">Aksi yang diikuti puluhan warga itu berlangsung di halaman kantor perusahaan di Desa Sungai Tabuk Keramat dan diisi orasi yang menuntut perusahaan mengabulkan aspirasi warga setempat.<br /><br />Juru bicara warga, Syahruji mengatakan, aksi yang dilakukan adalah menyampaikan aspirasi warga karena perusahaan dinilai tidak merealisasikan janji-janji yang pernah disampaikan.<br /><br />"Aksi ini sebagai bentuk penyampaian aspirasi warga karena selama ini perusahaan tidak merealisasikan apa yang pernah dijanjikan sehingga diharapkan janji itu dipenuhi," ujarnya kepada wartawan di sela aksi.<br /><br />Menurut dia, ada tiga aspirasi yang diinginkan warga dan diharapkan dipenuhi perusahaan yakni meminta warga yang tinggal di sekitar lokasi tambang atau perusahaan dipekerjakan.<br /><br />"Warga mengharapkan apabila perusahaan memerlukan karyawan atau tenaga kerja maka lebih memprioritaskan mereka yang tinggal di sekitar lokasi tambang atau lingkungan perusahaan," ungkapnya.<br /><br />Aspirasi kedua, warga meminta perusahaan bertanggung jawab atas kebisingan karena suara dan deru mesin yang beroperasi terutama pada malam hari karena cukup mengganggu ketenangan lingkungan sekitarnya.<br /><br />"Tuntutan ketiga adalah meminta perusahaan memberikan kompensasi atau bantuan kesehatan setiap bulan bagi warga yang terkena dampak kebisingan," ujarnya.<br /><br />Tuntutan yang disampaikan di sela-sela aksi demo itu diterima perwakilan PT BBG wilayah Kalsel, Wisman tetapi ada yang tidak bisa dikabulkan yakni terkait suara bising akibat operasional mesin di lapangan.<br /><br />"Suara bising yang keluar dari mesin operasional pengeboran masih di bawah ambang batas sehingga kami belum bisa memenuhi harapan warga yang menginginkan hilangnya suara bising itu," ujar Wisman.<br /><br />Dia mengatakan, suara bising yang ditimbulkan mesin pengebor dan masih di ambang batas kewajaran itu sudah diteliti lembaga independen yakni tim dari Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin.<br /><br />Mengenai kompensasi yang diminta warga terkait kebisingan itu, ia mengatakan, pihaknya juga belum bisa mengabulkan karena aktivitas masih dalam tahap eksplorasi bukan eksploitasi.<br /><br />"Mengingat tahapnya masih eksplorasi bukan eksploitasi sehingga perusahaan belum menganggarkan dana untuk warga sekitar sebagai bentuk kompensasi atas keberadaan perusahaan dan aktivitasnya," ujar dia.<br /><br />Sedangkan terkait rekrutmen pekerja, perusahaan siap berkoordinasi dengan unsur Muspika dan Pemkab Banjar dalam perekrutan yang rencananya menggunakan komposisi 50 persen warga lokal dan 50 persen orang luar.<br /><br />"Namun, kepastian operasional pertambangan termasuk rekrutmen pekerja tergantung hasil penelitian apakah tahap eksplorasi bisa ditingkatkan ke tahap eksploitasi," katanya.<br /><br />Kecamatan Sungai Tabuk yang sebagian besar wilayahnya merupakan lahan rawa merupakan salah satu dari 19 kecamatan di Kabupaten Banjar dan terletak sekitar 30 kilometer dari ibu kota kabupaten, Martapura.<br /><br />Diperkirakan, kandungan gas Methan di kecamatan itu cukup besar sehingga perusahaan berusaha menjajaki dengan melakukan eksplorasi di sejumlah titik untuk memastikan kandungan gas tersebut. <strong>(phs/Ant)</strong></p>














