Warga Terpaksa Batal Mudik Lebaran Akibat Asap

oleh

Kabut asap kebakaran lahan yang berdampak terganggunya penerbangan, membuat sebagian warga Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah batal mudik lebaran Idul Adha 1436 Hijriyah. <p style="text-align: justify;">"Saya sudah beli tiket, tapi karena penerbangan tidak bisa akibat kabut asap, akhirnya saya batal pulang, padahal saya sudah mengambil cuti," kata Ragil, warga Sampit, Selasa.<br /><br />Pria yang merupakan anggota Polri ini sudah jauh hari berniat pulang ke kampung halamannya di Semarang menjelang lebaran Idul Adha. Namun kini rencana mudik lebaran pun kandas karena penerbangan di Sampit belum menentu akibat kabut asap. Pemerintah menetapkan Idul Adha pada 24 September namun ada pula yang merayakan pada 23 September.<br /><br />Saat ini hanya ada satu maskapai yang melayani penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit yakni Kalstar Aviation. Kabut asap yang sudah parah dan mengganggu jarak padang, membuat penerbangan sering dibatalkan dengan alasan keamanan.<br /><br />"Kemarin bahkan ada calon penumpang lain yang terpaksa ikut kapal dan baru tiba malam Minggu di Semarang, padahal siang harinya mereka merayakan perkawinan di sana. Mudah-mudahan saja kabut asap ini segera berakhir," harap Ragil.<br /><br />Ferdi, warga lainnya juga merasakan kendala dampak kabut asap. Untuk menuju Surabaya, dia terpaksa terbang melalui Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin dan terlebih dulu harus menempuh perjalanan darat selama delapan jam dari Sampit.<br /><br />"Tidak ada pilihan lagi. Mau terbang lewat Palangka Raya juga tidak bisa karena di sana kondisinya sama parah dengan di Sampit. Kalau pakai kapal laut cukup lama padahal saya herus pulang cepat ke Surabaya," katanya.<br /><br />Parahnya kabut asap akibat kebakaran yang masih marak di sejumlah wilayah di Kotim. Pantauan satelit, hotspot atau titik panas yang terpantau di Kotim pada Selasa pagi sangat tinggi yaitu 241 titik yang tersebar di 15 kecamatan. Hanya dua kecamatan yang tidak ditemukan titik panas yakni Telaga Antang dan Tualan Hulu. (das/ant)</p>