Warga Tionghoa Pontianak Mulai Latihan Mainkan Naga

oleh
oleh

Warga Tionghoa Pontianak yang tergabung dalam Yayasan Pemadam Kebakaran (YPK) Panca Bhakti setempat sejak beberapa hari ini mulai melakukan latihan memainkan reflika naga dalam mempersiapkan diri untuk tampil pada Perayaan Cap Go Meh (hari ke-15 Imlek). <p style="text-align: justify;">"Tahun ini kami akan menampilkan reflika naga sepanjang 45 meter pada Perayaan Cap Go Meh tahun 2015, dengan corak naga warna kekuning-kuningan," kata Wakil Ketua Pelatih Permainan Naga YPK Panca Bhakti tahun 2015, Edi di Pontianak, Kamis.<br /><br />Warga Tionghoa Kota Pontianak setiap tahunnya menggelar festifal pegelaran reflika naga pada puncak Perayaan Cap Go Meh di Jalan Gajah Mada dan Tanjungpura atau kawasan pecinan Pontianak.<br /><br />Ia menjelaskan untuk memainkan reflika naga sepanjang 45 meter tersebut, paling tidak membutuhkan para pemain sekitar 125 orang.<br /><br />"Makanya kami harus rutin melakukan latihan, karena untuk menyatukan gerakan agar sama dalam menggerakkan reflika naga tersebut butuh latihan yang serius, dan paling tidak melibatkan delapan orang pelatih," ungkap Edi.<br /><br />Menurut dia para pemain reflika naga tersebut, direkrut dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar tingkat SMP, SMA, mahasiswa, bahkan masyarakat umum yang tidak hanya dari kalangan warga Tionghoa saja, tetapi semua boleh.<br /><br />"Perekrutan anggota atau para pemain reflika naga dari berbagai kalangan tersebut agar generasi muda lebih mengenal budaya warga Tionghoa dan budaya lainnya sehingga tidak hilang ditinggal jaman," ujar Edi yang juga mahir memainkan reflika naga.<br /><br />Selain mulai gencar melakukan latihan memainkan reflikan naga, YPK Panca Bhakti yang berdiri di Jalan Suprapto Pontianak itu juga memeriahkan dalam menyambut Perayaan Imlek dan Cap Go Meh dengan memasang puluhan lampion yang dihiasi dengan lampu beraneka warna.<br /><br />"Pemasangan lampion ini, sudah menjadi tradisi warga Tionghoa dalam menyambut Perayaan Imlek dan Cap Go Meh agar tambah meriah dengan menampilkan warna khasnya, yakni warna merah," kata Angku.<br /><br />Menurut dia lampion warna merah cerah itu melambangkan kecerian warga Tionghoa dalam menyambut Perayaan Imlek dan Cap Go Meh. (das/ant)</p>