Warga Tionghoa Sekadau Hiasi Rumah Dengan Lampion

oleh
oleh

Beberapa hari lagi menjelang Perayaan Imlek, warga Tionghoa Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat mulai sibuk menghiasi rumah mereka dengan lampion (lampu bulat warna merah) dan bunga Mei Hwa. <p style="text-align: justify;">"Setiap Perayaan Imlek, kami setiap tahunnya selalu menghiasi rumah dengan lampion, dan bunga Mei Hwa," kata Asung salah seorang warga Sungai Ayak, saat dihubungi di Sekadau, Selasa.<br /><br />Ia menjelaskan dirinya dan warga Tionghoa lainnya sengaja memanfaatkan pohon-pohon yang sudah kering yang banyak di hutan sekitar kampungnya, lalu kemudian dihiasi dengan bungan Mei Hwa yang banyak dijual di pasar-pasar aksesori Imlek.<br /><br />"Selain pohon yang dihiasi, biasanya warga juga menghiasi lampion dan ornamen lain pada rumah, sehingga tampak meriah," ungkapnya.<br /><br />Hal senada juga diakui oleh Sintang warga Sungai Ayak. "Tahun ini saya dan keluarga sudah lebih awal memasang lampion dari rumah hingga ke jalan yang jumlahnya puluhan, sehingga tampak cantik," ujarnya.<br /><br />Menurut dia lampion yang keluarganya pasang di depan rumah tersebut, merupakan lampion tahun lalu, karena kondisinya masih cukup bagus.<br /><br />Sementara itu, di kawasan Pasar Hulu Sungai Ayak sudah terlihat ratusan lampion dipasang warga melintasi jalan antar rumah.<br /><br />Tokoh warga Tionghoa Kalbar Andreas Acui Simanjaya menyatakan bunga Mei Hwa selalu muncul di lokasi-lokasi keramaian, tempat ibadah klenteng dan rumah-rumah warga Tionghoa ketika merayakan tahun baru Cina, Imlek.<br /><br />Menurut dia kehadiran bungai Mei Hwa tidak hanya di tanah leluhurnya Tiongkok, namun di rumah warga Tionghoa di Kalbar, bunga Mei menjadi pajangan rumah, selain lampion dan pernak-pernik Imlek lainnya.<br /><br />Walau bunga Mei Hwa yang ada di Indonesia pada umumnya terbuat dari plastik, namun keberadaannya menambah kemeriahan menyambut tahun baru, katanya.<br /><br />Menurut dia bunga Mei Hwa yang menampakkan kemekaran warna merah muda itu asal mula dari Tiongkok, dan memang selalu tumbuh berkembang menyambut musim semi, yang merupakan awal tahun baru China.<br /><br />Pada musim semi hanya pohon Mei yang bisa memekarkan bunganya, yang sangat kontras dengan hamparan salju putih yang membeku. Karena itu bunga Mei Hwa melambangkan kegembiraan menyambut datangnya musim semi dan semangat baru bagi warga Tionghoa.<br /><br />"Bungai Mei Hwa mampu berkembang segala musim, atau bisa hidup di empat musim, yakni musim panas, musim gugur, musim dingin, dan musim semi," katanya. (das/ant)</p>