Warga Tolak Pembangunan Waduk Di Gunung Roban

oleh

Sebanyak tiga ratus Kepala Keluarga (KK) yang berada di Jalan Gunung Roban, Kecamatan Singkawang Tengah, menolak pembangunan waduk seluas 2 hektare oleh Pemerintah Kota Singkawang, Kalimantan Barat. <p style="text-align: justify;">"Pada prinsipnya saya mendukung pembangunan di Kota Singkawang. Tapi disisi lain, saya juga harus mendengarkan apa yang menjadi keluhan warga saya," kata Ketua RT 57 RW 12, Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah, Marsianus Kodim di Singkawang, Kamis.<br /><br />Dia menjelaskan, penolakan yang dilakukan warga tersebut dikarenakan, saat ini kondisi kaki Gunung Roban saat ini sudah retak. Dikhawatirkan, sewaktu-waktu akan terjadi longsor.<br /><br />"Kalau masih dipaksakan untuk dibangun waduk dengan kecepatan air sekian detik, sudah barang tentu akan menjadi bom waktu bagi warga," katanya.<br /><br />Menurut dia, warga juga akan melayangkan surat penolakan tersebut kepada Presiden RI, dan dalam waktu dekat warga juga akan menyampaikan penolakan itu ke DPRD Singkawang.<br /><br />Hal itu juga dilakukan warga karena sangat khawatir, jika pembangunan waduk IPA 150 It/detik itu bakal mengancam tempat tinggal dan mata pencaharian mereka.<br /><br />"Bagaimana tidak, jarak antara bendungan hanya lebih kurang 150 meter dari pemukiman warga. Sementara kondisi kaki Gunung Roban saat ini sudah retak," katanya.<br /><br />Warga menyarankan agar Pemkot Singkawang sebaiknya mencari lokasi yang strategis dan jauh dari pemukiman warga.<br /><br />"Sekali lagi, kami tegaskan, kami bukannya tidak mau mendukung rencana pembangunan yang dilakukan oleh pemkot Singkawang, namun jika kebijakan itu merugikan warga apalagi bisa membahayakan warga, jelas masyarakat akan menolak hal itu," tuturnya. (das/ant)</p>