Warga Transmigrasi Kutim Keluhkan Biaya Pengobatan Mahal

oleh

Warga Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Trans Baru, di Kilometer 110 Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur mengeluhkan biaya berobat di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) setempat terbilang mahal. <p style="text-align: justify;">Padahal penghasilan warga, rata-rata hanya bergantung dengan sayur-sayuran sebagai petani yang dijual di sekitar dan SP terdekat, kata Siholo Ilham, (49), warga Trans Baru, asal Lampung Tengah, Rabu. <br /><br />Ia mengatakan, kalau tarif setiap konsultasi dan berobat ke puskesmas rata-rata- Rp30.000 hingga Rp35.000. Sakit kepala atau flu juga tarifnya sama. Bagi warga trans hal itu terasa mahal <br /><br />"Kalau yang berduit, biaya sebesar Rp30.000 itu tidak seberapa, tetapi kalau kami warga trans sangat terasa. Karena, penghasilan kami hanya berjualan sayuran," kata Siholo dibenarkan warga trans lainnya Syaiful Bahri dan Yani Riadi <br /><br />Memang ada juga warga yang bekerja sebagai karyawan perkebunan kelapa sawit, tapi mayoritas sebagai petani sayuran. Jadinya penghasilan pas-pasan <br /><br />Selain mengeluhkan biaya berobat, Bidan Puskesmas, menurut Riadi, sering keluar. Saat ada warga sakit datang ke puskesmas, bidan tidak di tempat. <br /><br />"Kami juga warga trans baru kikometer 110, belum mendapat Kartu Jamkesda. Padahal kalau itu ada, sangat membantu kesulitan untuk berobat ke puskesmas," ujarnya <br /><br />Semua warga diberikan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), tapi pihaknya tidak, padahal sangat membutuhkan. <br /><br />Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnaker) Kutai Timur, H.Abdullah Fauzi ketika dihubungi mengatakan, belum mengetahui karena belum ada laporan terkait keluhan warga transmigrasi Kilometer 110 <br /><br />"Saya belum meneirma laporan, tapi akan saya cek nanti, untuk mengetahui secara pasti, kendala masyarakat transmigrasi disana.," katanya <br /><br />Ia baru menjabat sebagai Kepala Dinas belum dua minggu. Jadinya belum banyak mengetahui perkembangan. Namun saya akan cek sehingga masalah ini cepat teratasi. <br /><br />"Ditanya, soal Jamkesda, Abdul Fauzi menuturkan semua warga miskin/kurang mamu dapat Jamkesda, tetapi kalau mereka belum mendapat akan saya cek nanti," katanya <br /><br />Dalam waktu dekat pihaknya akan berkunjung untuk melihat dari dekat keadaan warga trans di sana. <strong>(das/ant)</strong></p>