Home / Tak Berkategori

Warga Transmigrasi Kutim Keluhkan Biaya Pengobatan Mahal

- Jurnalis

Rabu, 9 Maret 2011 - 04:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Trans Baru, di Kilometer 110 Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur mengeluhkan biaya berobat di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) setempat terbilang mahal. <p style="text-align: justify;">Padahal penghasilan warga, rata-rata hanya bergantung dengan sayur-sayuran sebagai petani yang dijual di sekitar dan SP terdekat, kata Siholo Ilham, (49), warga Trans Baru, asal Lampung Tengah, Rabu. <br /><br />Ia mengatakan, kalau tarif setiap konsultasi dan berobat ke puskesmas rata-rata- Rp30.000 hingga Rp35.000. Sakit kepala atau flu juga tarifnya sama. Bagi warga trans hal itu terasa mahal <br /><br />"Kalau yang berduit, biaya sebesar Rp30.000 itu tidak seberapa, tetapi kalau kami warga trans sangat terasa. Karena, penghasilan kami hanya berjualan sayuran," kata Siholo dibenarkan warga trans lainnya Syaiful Bahri dan Yani Riadi <br /><br />Memang ada juga warga yang bekerja sebagai karyawan perkebunan kelapa sawit, tapi mayoritas sebagai petani sayuran. Jadinya penghasilan pas-pasan <br /><br />Selain mengeluhkan biaya berobat, Bidan Puskesmas, menurut Riadi, sering keluar. Saat ada warga sakit datang ke puskesmas, bidan tidak di tempat. <br /><br />"Kami juga warga trans baru kikometer 110, belum mendapat Kartu Jamkesda. Padahal kalau itu ada, sangat membantu kesulitan untuk berobat ke puskesmas," ujarnya <br /><br />Semua warga diberikan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), tapi pihaknya tidak, padahal sangat membutuhkan. <br /><br />Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnaker) Kutai Timur, H.Abdullah Fauzi ketika dihubungi mengatakan, belum mengetahui karena belum ada laporan terkait keluhan warga transmigrasi Kilometer 110 <br /><br />"Saya belum meneirma laporan, tapi akan saya cek nanti, untuk mengetahui secara pasti, kendala masyarakat transmigrasi disana.," katanya <br /><br />Ia baru menjabat sebagai Kepala Dinas belum dua minggu. Jadinya belum banyak mengetahui perkembangan. Namun saya akan cek sehingga masalah ini cepat teratasi. <br /><br />"Ditanya, soal Jamkesda, Abdul Fauzi menuturkan semua warga miskin/kurang mamu dapat Jamkesda, tetapi kalau mereka belum mendapat akan saya cek nanti," katanya <br /><br />Dalam waktu dekat pihaknya akan berkunjung untuk melihat dari dekat keadaan warga trans di sana. <strong>(das/ant)</strong></p>

Berita Terkait

Api Menjilat Jalan Provinsi, Asap Karhutla Lumpuhkan Arus Nanga Pinoh–Kota Baru
Persekutuan Guru Kristen PAUD, PNF dan IKBM Malinau Menggelar Perayaan Natal Bersama 
Isra Mi’raj di Polres Melawi: Kapolres Ingatkan Personel Jangan Hanya Tahu Tugas, Tapi Juga Moral
Kapolres Melawi : Upacara HKN Bukan Formalitas, Tapi Pangkal Disiplin dan Integritas
Kapolres Melawi Panen Madu Kelulut di “Ratu Madu Borneo”, Siap Bantu Pemasaran
Peringatan Isra Mi’raj di Kuala Belian Berlangsung Khidmat
Dinas PUPR Barito Utara Umumkan Proyek Pembangunan
100 Hari Kerja Bupati dan Wabup Barito Utara

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:35 WIB

Api Menjilat Jalan Provinsi, Asap Karhutla Lumpuhkan Arus Nanga Pinoh–Kota Baru

Selasa, 20 Januari 2026 - 09:55 WIB

Persekutuan Guru Kristen PAUD, PNF dan IKBM Malinau Menggelar Perayaan Natal Bersama 

Senin, 19 Januari 2026 - 21:18 WIB

Isra Mi’raj di Polres Melawi: Kapolres Ingatkan Personel Jangan Hanya Tahu Tugas, Tapi Juga Moral

Senin, 19 Januari 2026 - 21:05 WIB

Kapolres Melawi : Upacara HKN Bukan Formalitas, Tapi Pangkal Disiplin dan Integritas

Senin, 19 Januari 2026 - 20:55 WIB

Kapolres Melawi Panen Madu Kelulut di “Ratu Madu Borneo”, Siap Bantu Pemasaran

Berita Terbaru