Warga Transmigrasi Pedalaman Barito Tanam Padi Ladang

oleh
oleh

Warga transmigrasi di kawasan Desa Bahitom, Kecamatan Murung, Kabupaten Murung Raya Kalimantan Tengah (Kalteng) mulai menanam padi di ladang atau padi gunung seluas 85 hektare. <p style="text-align: justify;">"Penanaman padi ladang ini dilakukan warga transmigrasi luar Pulau Kalimantan dan sebagian lokal menghuni kawasan itu sejak 2008," kata Kepala Dinas Sosial, Transmigrasi dan Tenaga Kerja Murung Raya (Mura), Suharto di Puruk Cahu, Minggu.<br /><br />Suharto mengatakan, sebagian lahan usaha di sarana pemukiman (SP) I milik warga transmigrasi yang dijadikan kawasan pertanian tanaman padi ladang oleh 125 kepala keluarga (KK) ini tumbuh subur.<br /><br />Tanaman padi ladang yang dikembangkan warga transmigrasi pada musim tanam Oktober-Maret 2011/2012 itu, kata dia, varietas lokal dan unggul nasional yaitu talun dan situbagendit yang memang cocok ditanam di kabupaten paling pedalaman Sungai Barito ini.<br /><br />"Kita harapkan tanaman padi ladang yang sudah ditanam sejak tahun 2010 ini terus dikembangkan warga, disamping komoditi lainnya yang lebih luas sehingga mampu memenuhi kebutuhan padi di daerah ini," katanya.<br /><br />Suharto menjelaskan, selain menanam padi ladang warga transmigrasi di kabupaten paling utara Kalimantan Tengah itu juga mengembangkan tanaman sayur-sayuran diantaranya lombok, buncis, terong, sayur manis dan kacang panjang.<br /><br />Hasil pertanian masyarakat tersebut mampu memenuhi kebutuhan sayuran bagi warga Puruk Cahu disamping pasokan dari luar daerah lainnya.<br /><br />Di samping itu, ratusan kepala keluarga transmigrasi itu mulai tahun 2010 telah mengembangkan tanaman karet seluas 225 hektare.<br /><br />"Kita harapkan perkebunan karet ini mampu meningkatkan perekonomian warga trans, selain mengusahakan sayur-sayuran dan hasil pertanian lainnya," kata dia.<br /><br />Karet bantuan pemerintah yang dikembangkan 300 kepala keluarga itu mencapai 46.500 bibit karet unggul, dan setiap KK, mendapat 155 bibit karet ditanam masing-masing seluas 0,75 hektare.<br /><br />Lokasi transmigrasi di kabupaten yang kaya sumber daya alam berupa tambang emas, batu bara dan kayu ini seluas 1.214 hektare yang tersebar di wilayah tersebut.<br /><br />Lokasi ini mulai dibuka sejak tahun 2008 telah ditempati 200 KK, yakni 100 KK warga lokal dan 100 KK transmigran asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Lampung Utara, Kebumen, Tangerang dan Jakarta.<br /><br />Kemudian pada 2009 kabupaten satu-satunya di Kalimantan Tengah yang dilintasi garis khatulistiwa ini menambah penghuni lokasi itu 100 KK transmigran dari Lampung Utara dan Kebumen, Jawa Tengah masing-masing 25 KK, ditambah 50 KK warga setempat.<br /><br />"Pemerintah daerah akan memperluas lokasi transmigrasi ini dan mengusulkan kembali warga transmigrasi baru tahun depan," katanya.<strong> (das/ant)</strong></p>