Wartawan Daerah Cukup Kompeten

oleh

Para penguji kompetensi wartawan dari Lembaga Pers Dr Soetomo (LPDS) Jakarta menyebutkan bahwa kualitas wartawan media daerah ternyata tidak kalah dengan rekan-rekannya yang menjadi jurnalis di Jakarta. <p style="text-align: justify;">"Itu temuan kami sejak mulai menggelar Uji Kompetensi Wartawan sejak Oktober lalu," ungkap Priyambodo RH, Direktur Eksekutif LPDS di Balikpapan Jumat 2/12. "Salah satunya para jurnalis di Balikpapan, Kalimantan Timur, mereka sangat kompeten," sambung Priyambodo. <br /><br />Temuan tersebut, lanjut Priyambodo, justru berlawanan dengan informasi Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak. Menurut Priyambodo, Gubernur menyebutkan kekhawatirannya atas kualitas pemberitaan wartawan di Kalimantan Timur. <br /><br />"Sehingga sempat tercetus keinginan untuk membatasi liputan hanya bagi wartawan yang lulus S1 atau sarjana saja yang boleh meliput," ungkap Priyambodo. <br /><br />"Namun demikian, ternyata, tidak begitu keadaannya," senyum Mas Bob, panggilan akrab Priyambodo RH yang juga jurnalis Antara, Kantor Berita Indonesia itu. <br /><br />LPDS menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Balikpapan, Ambon, Palembang, dan Yogyakarta hingga akhir tahun nanti. <br /><br />Sebagai bukti kompetensi tersebut, dari 20 wartawan di Balikpapan yang mengikuti UKW di Hotel Blue Sky, 29 November-1 Desember 2011, semuanya mendapat nilai di atas angka 69, batas terendah bagi yang tidak kompeten. <br /><br />"Ternyata teman-teman cukup kompeten melaksanakan tugas dan ujian yang diberikan," sambung Petrus Suryadi, penguji untuk tingkatan wartawan utama. Di level ini, rata-rata peserta mendapat nilai terendah 80,52. <br /><br />Uji Kompetensi Wartawan atau UKW adalah kegiatan yang diselenggarakan LPDS dan Persatuan Wartawan Indonesia, beberapa lembaga penguji lain untuk mendapatkan wartawan yang berkualitas baik dengan mengacu kepada Kode Etik Jurnalistik.<br /><br />"Rekan-rekan wartawan utama yang saya uji, misalnya, mendapatkan nilai rata-rata 86, jauh di atas batas nilai 69 yang menjadi standar kelulusan peserta," ungkap Petrus<br /><br />Dalam ujian-ujian sesuai level kewartawanan, diungkapkan oleh Mas Bob, mereka para penguji membuktikan bahwa para reporter, redaktur, dan para pemimpin redaksi media di Kalimantan cukup kompeten. <br /><br />Dalam mata uji wawancara cegat, misalnya, wartawan-wartawan muda Balikpapan dapat menggali data maksimal dalam waktu yang singkat. Hasil wawancara cegat itu kemudian diuji kembali dengan kewajiban menuliskan berita dalam waktu 15 menit. <strong>(phs/Ant)</strong></p>