Waspada Investasi Bodong di Melawi

oleh

Pelaksanaan sosialisasi investasi bermasalah (bodong) yang laksanakan oleh Persatuan Jurnalis (PENA) Melawi bekerjasama dengan anggota DPR RI Dapil Kalbar, H Sukiman, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sukses digelar pada pekan lalu di aula pendopo bupati Melawi. <p style="text-align: justify;">Kegiatan yang dibuka oleh wakil bupati Melawi Dadi Sunarya itu, diikuti dari berbagai kalangan, mulai dari  pengusaha, perbankan, pelaku UKM, ormas, LSM, Mahasiswa, aparat desa dan masyarakat dari berbagai latar belakang.<br /><br />Wakil bupati Melawi Dadi Sunarya menyambut baik dengan adanya sosialisasi yang dilaksanakan pada hari ini, diharapkan masyarakat lebih waspada disaat akan berinvestasi. <br /><br />“Jangan hanya tergiur dengan keuntungan yang besar kemudian kita terjebak, padahal investasi bodong,” kata wakil bupati.<br /><br />Sementara itu, ketua panitia, Ali Anshori mengungkapkan, kegiatan ini bertujuan untuk memberi pemahaman kepada masyarakat mengenai investasi yang aman. Sosialisasi ini diharapkan bisa membuka wawasan masyarakat, terutama di kabupaten Melawi agar tidak sampai menjadi korban seperti yang terjadi di daerah lain. <br /><br />“Beberapa waktu ada kejadian di daerah lain mengenai investasi bodong ini, mereka yang menjadi korban bukan orang awam, namun dari kalangan terpelajar, mulai dari mahasiswa, TNI, PNS sampai dengan polri,” tegasnya.<br /><br />Anggota DPR RI komisi XI H Sukiman mengungkapkan, akhir-akhir ini banyak terjadi permasalahan yang dialami oleh masyarakat terutama berkaitan dengan investasi bodong. Kata dia OJK telah membentuk satuan tugas penanganan dugaan tindakan melawan hukum di bidang perhimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi atau satgas investigasi. Dimana beberapa saat yang lalu telah menghentikan 14 entitas usaha yang diduga melakukan kegiatan ilegal yang berpotensi merugikan masyarakat.<br /><br />“Umumnya entitas tersebut tidak memiliki kelengkapan legalitas dalam menjalankan usahanya,” katanya.<br /><br />Entitas tersebut kata Sukiam menawarkan imblan atau hasil yang tinggi dan sering tidak masuk akal, namun masih banyak masyarakat yang ikut tertarik kedalam kegiatan yang tidak rasional. <br />“Sebagian masyarakat tidak mengetahui entitas yang ada, nah dengan adanya sosialisasi ini diharapkan masyarakat bisa paham,” pungkasnya. (KN)</p>