Untuk menggundang minat para wisatawan dari luar Kabupaten Kapuas Hulu, saat ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kapuas Hulu sedang gencar-gencarnya melakukan promosi. Demikian dikatakan Frans Leonardus, SH,MM selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kapuas Hulu, kepada Mediator di Sekretariat Pemerintah Kabupaten Kapauas Hulu, Senin (11/07) kemarin. <p style="text-align: justify;">“Saat ini Kita sedang gencar-gencarnya melakukan promosi wisata dan budaya Kita untuk menggundang perhatian wisatawan, baik itu objek wisata Danau Sentarum maupun panorama alam hulu Kapuas, dan cirri khas budaya Kita baik itu budaya melayu maupun budaya dayak,” jelasnya. <br /><br />Menurut Leonardus bahwa Wisata Kapuas Hulu kedepannya akan dapat mendorong kemajuan dan perkembanga Kapuas Hulu, terutama untuk objek wisata Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) yang dapat dijadikan denotasi wisata alam di Indonesia. Hanya saja kata Leonardus apabila Kita mengandalkan dana dari APBD sangat jauh minim, untuknya pemerintah Pusat sejak tahun 2009 s/d 2010 telah memiliki program untuk pengembangan wisata alam, dan untuk Kabupaten Kapuas Hulu dari tahun 2009 s/d 2010 tersebut telah mendapatkan dana kurang lbih sebesar 2 milyar rupiah, dan ditahun 2011 ini ada bantuan dari kementerian Percepatan daerah Tertinggal (PDT) yaitu pembuatan lanting di Danau Sentarum, dan pembuatan tangga yang mengelilingi bukit sekitar Danau Sentarum. <br /><br />“Jika Kita hanya mengandalkan APBD memang sulit, karena dana tersebut terbatas, untung saja ada program dari Pemerintah Pusat yang menguncur ke Kita, namun meskipun demikian Kita tetap berupaya melakukan yang terbaik untuk pengembangan wisata dan budaya Kita,” ungkapnya. <br /><br />Sementara itu terkait pengembangan Budaya di Kabupaten Kapuas Hulu, Leonardus menuturkan merasa kesulitan karena budaya tersebut muncul secara musiman, terutama pada saat acara-acara tertentu, namun kata Leonardus bahwa pengembangan Budaya dilakukan melalui pembinaaan sanggar yang ada baik ditingkat kecamatan maupun di Kabupaten, dan untuk Budaya menurut Leonardus bahwa mencakup Budaya Melayu dan Budaya Dayak yang merupakan cirri khas Kabupaten Kapuas Hulu. <strong>(phs)</strong></p>














