Wujudkan CSR, PT KAP Didukung Masyarakat

oleh

Muhammad Kuswono direksi PT. Kencana Alam Permai menjelaskan bahwa demi memperkuat pola kemitraan dengan masyarakat, pihaknya harus membuat Memorandum Of Understanding (MoU) antara perusahaan dengan koperasi. Dengan MoU ini sangat jelas hak dan kewajiban masyarakat dan perusahaan. <p>“perusahaan kita juga sudah menjadi anggota RSPO sebagai bukti bahwa kita akan mengelola perkebunan sawit dengan sangat serius. Di Sepauk ini kami membangun pola kemitraan 70:30. Plasma juga ada dua jenis yakni plasma di dalam ijin lokasi dan plasmadi luar ijin lokasi yang kami sebut plasma mandiri. Lahan plasma dan inti juga sudah ditentukan wilayah dan batasnya” jelas Muhammad Kuswono.</p> <p>“Pembangunan kebun juga kita berikan subsidi 15 persen dari nilai investasi. Serta untuk land clearing dan bunga kita berikan subsidi. Saat ini kita sudah bangun 3.000 hektar dan sudah mulai tanam. Kita juga sudah berikan Coorporate Social Responsbility (CSR) dengan membangun rumah belajar untuk anak-anak, memberikan beasiswa kuliah gratis untuk 6 mahasiswa yang sudah belajar di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta selama 4 tahun. Kerjasamanya langsung dengan rektornya, kita bayar langsung ke kampusnya” jelas Muhammad  Kuswono.</p> <p>“Sebagian besar pekerja disini adalah masyarakat setempat, jika masyarakat di sini sudah tidak mampu baru kita ambil pekerja dari luar dan sampaii saat ini sudah ada 600 orang pekerja. Mari kita bangun kemitraan yang baik sehingga perusahaan dan masyarakat bisa sama-sama berkembang sehingga nanti kita akan bangun pabrik CPO” tambah Muhammad Kuswono.</p> <p>Camat Sepauk Agrianus menyampaikan bahwa ada banyak perusahaan di kemudian hari ingkar janji dngan masyarakat karena alasan pimpinan perusahaan berganti, sehingga perjanjian perusahaan dengan masyarakat sudah kami antisipasi dengan di notariskan.</p> <p>“masyarakat sebenarnya tidak anti sawit yang penting adalah bentuk dan sistem kemitraan saja. Desa Bangun dan Riam Kempadik sebelumnya masuk desa terisolir, tetapi dengan adanya masuknya perusahaan, saat ini sudah terisolasi, kalau menunggu dana pembangunan dari pemerintah, kita tidak tahu kapan jalan ini bisa dibangun” jelas Agrianus (RILIS HUMAS)</p>